My WordPress Blog

Siapa Pencetak Gol Belanda Lawan Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2022

Pertandingan Dramatis Antara Belanda dan Argentina di Piala Dunia 2022

Pertemuan antara timnas Belanda dan Argentina dalam babak perempat final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail menjadi salah satu laga paling menegangkan sepanjang turnamen. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan ketegangan hingga menit terakhir, tetapi juga menampilkan pertunjukan mental dan adrenalin yang luar biasa dari kedua kubu.

Laga berakhir dengan skor 2-2 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Albiceleste berhasil mengamankan tiket ke semifinal melalui drama adu penalti. Di tengah atmosfer yang memanas dan penuh friksi, Belanda sempat memaksa pertandingan hidup kembali berkat dua gol Wout Weghorst yang menjadi titik balik cerita besar malam itu.

Jalannya Pertandingan Belanda vs Argentina

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina tampil dengan pola permainan yang lebih agresif dan percaya diri. Lionel Messi yang menjadi pusat permainan tampak sangat dominan dalam membangun serangan dari lini kedua. Pada menit ke-35, tekanan Argentina akhirnya membuahkan hasil. Messi memberikan umpan terobosan presisi yang membelah barisan pertahanan Belanda, dan Nahuel Molina menyelesaikannya dengan dingin. Dengan satu sentuhan terarah, ia membawa Argentina unggul 1-0.

Belanda sebenarnya tidak sepenuhnya tertekan. Mereka memegang sedikit lebih banyak penguasaan bola menjelang akhir babak pertama, tetapi tidak ada ancaman berarti yang mampu mereka ciptakan. Serangan mereka terputus-putus dan sering kandas sebelum mencapai kotak penalti Argentina. Ketika turun minum, skor masih bertahan untuk keunggulan Albiceleste.

Momentum Argentina berlanjut memasuki babak kedua. Pada menit ke-73, sebuah pelanggaran di kotak penalti Belanda memberi Messi kesempatan memperlebar jarak. Dengan eksekusi tanpa cela, sang kapten menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Banyak yang mengira laga akan berakhir tanpa kejutan, namun Belanda justru menunjukkan salah satu comeback terbaik mereka di sejarah Piala Dunia. Louis van Gaal memasukkan Wout Weghorst, penyerang bertubuh besar yang dikenal sebagai spesialis duel udara dan bola mati.

Masuknya Weghorst mengubah ritme permainan Belanda. Hanya sepuluh menit setelah ia berada di lapangan, sebuah umpan silang matang disambut sundulan keras Weghorst pada menit ke-83. Skor berubah menjadi 2-1, dan tensi pertandingan naik beberapa tingkat. Drama sesungguhnya datang ketika waktu seolah akan segera habis. Di menit ke-90+11’, Belanda memanfaatkan situasi tendangan bebas yang mereka skemakan dengan sangat tidak terduga. Sepakan datar ke area tengah pertahanan Argentina diterima Weghorst yang lolos dari kawalan, lalu ia menembakkan bola cepat ke gawang. Gol itu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, memicu euforia luar biasa dan memaksa laga berlanjut ke extra time.

Babak Tambahan dan Adu Penalti

Babak tambahan berlangsung dengan tempo tinggi dan emosi yang terus memanas. Argentina mendominasi serangan dan beberapa kali nyaris memastikan kemenangan sebelum adu penalti. Namun, Belanda bertahan dengan segala cara, memblok tembakan, memotong umpan, dan memaksa Lionel Messi serta rekan-rekannya mengulang serangan dari awal. Meski kedua tim saling menekan, tidak ada gol tambahan tercipta. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu penalti kembali membawa mimpi buruk bagi Belanda. Emiliano Martínez tampil seperti tembok besar yang mustahil ditembus. Ia menggagalkan dua eksekusi penalti Belanda dan memberikan keunggulan psikologis kepada Argentina. Meski penendang Belanda berusaha tampil tenang, penyelamatan Martínez sulit dipatahkan. Argentina menutup adu penalti dengan kemenangan 4-3 dan melangkah ke semifinal.

Laga Paling Panas di Piala Dunia 2022

Duel ini dikenal bukan hanya karena gol-gol dramatisnya, tetapi juga karena atmosfer panas yang menyelimuti sepanjang pertandingan. Laga tersebut mencatat 18 kartu kuning dan 1 kartu merah, jumlah kartu terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Benturan keras, protes agresif, hingga perdebatan dengan wasit berlangsung hampir tanpa henti.

Beberapa momen yang memperkeruh suasana antara lain:
* Total 48 pelanggaran dilakukan kedua tim.
* Leandro Paredes sempat menendang bola ke arah bench Belanda, memicu keributan di pinggir lapangan.
* Para pemain berulang kali terlibat adu mulut, baik selama pertandingan maupun setelah peluit akhir.
* FIFA bahkan membuka pemeriksaan disiplin terhadap kedua tim karena dianggap melanggar batas sportivitas. Laga ini pun dijuluki banyak media sebagai “Battle of Lusail”, pertanda betapa keras dan emosionalnya duel tersebut.


Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *