My WordPress Blog

Pramono Anung usung Jakarta jadi kota global top 50 pada 2030, ini strateginya

Visi Jakarta sebagai Kota Top 50 Global Cities

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Jakarta menjadi kota dengan peringkat ke-50 terbaik di dunia atau ‘Top 50 Global Cities’. Impian ini diyakini bisa terwujud melalui berbagai upaya yang dilakukan untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan berkelanjutan. Dalam acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 yang digelar Kemenpora di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025), Pramono menyampaikan visi tersebut.

Selama pemerintahan selama sembilan hingga sepuluh bulan, ia berhasil meningkatkan peringkat Jakarta dari 74 menjadi 71. Ia sangat yakin bahwa pada tahun 2030, Jakarta akan mencapai peringkat Top 50 Kota Dunia, Kota Global. Menurutnya, hal ini bisa tercapai jika semua pihak bekerja sama dengan komitmen yang kuat.

Mengakomodasi Aspirasi Pemimpin Sebelumnya

Pramono menekankan pentingnya mengakomodasi aspirasi para pemimpin Jakarta sebelumnya. Ia menilai bahwa selama ini, kendala utama dalam meningkatkan peringkat Jakarta adalah adanya egosentral yang berlebihan di tiap-tiap kepemimpinan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melanjutkan proyek-proyek yang belum selesai dari gubernur-gubernur sebelumnya.

Contoh konkret dari langkah tersebut adalah komunikasi dengan eks Gubernur DKI Jakarta periode 1997—2002 dan 2002—2007, Sutiyoso. Pramono menanyakan harapan Sutiyoso yang belum terwujud selama masa kepemimpinannya. Salah satu yang diinginkan Sutiyoso adalah pembangunan monorel. Akhirnya, setelah 21 tahun, proyek tersebut dapat diselesaikan pada bulan Januari ini. Jalan Rasuna Said akan menjadi lebih baik setelah selesainya proyek ini.

Selain itu, Pramono juga bertanya ke eks Gubernur DKI Jakarta periode 2014—2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Pramono, salah satu beban yang ingin diselesaikan oleh Ahok adalah kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras dan kasus prostitusi serta hiburan malam di Kalijodo.

Pengembangan Wisata Olahraga

Pramono memiliki impian untuk mengembangkan ekosistem wisata olahraga atau sport tourism di Jakarta. Jakarta dinilai telah memenuhi syarat untuk menjadi pusat pengembangan sport tourism. Contohnya adalah tingginya partisipasi publik dalam mendukung klub sepak bola Jakarta, Persija. Penonton sepak bola ketika Persija sedang tanding seringkali mencapai puluhan ribu orang, bahkan bisa mencetak rekor.

“Salah satu fans paling fanatik menurut saya sekarang ini Persija, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya. Persija menurut saya nomor satu karena hampir setiap pertandingan dimana saja Persija selalu kehadiran penonton di atas 25 ribu, termasuk ketika pertandingan di JIS (Jakarta International Stadion). Pertandingan terakhir kemarin yang penontonnya 56 ribu memecahkan rekor,” jelasnya.

Pramono ingin agar persepakbolaan Jakarta, khususnya Persija, menjadi rumah bagi Jakarta. Ia juga berharap JIS, infrastruktur publik besutan eks Gubenur DKI Jakarta periode 2017—2022 Anies Baswedan, terus dikembangkan. Ia menginginkan adanya Museum Persija di JIS.

Event Olahraga Besar

Pramono juga menerangkan keinginannya untuk terus menghidupkan dua event besar di sektor olahraga, yakni Jakarta International Marathon dan Jakarta Running Festival. Ia menargetkan pada 2026, kedua event tersebut bisa menggaet masing-masing 40 ribu peserta, dan naik menjadi 50 ribu peserta pada 2027 –saat Jakarta memasuki usia ke-500 tahun-.

“Mudah-mudahan 2027 naik kelas menjadi salah satu major marathon,” tuturnya.

Revitalisasi Ruang Publik

Selain itu, Pramono juga melakukan revitalisasi ruang-ruang publik seperti taman kota serta gelanggang olahraga (GOR). Ia terbuka dengan Menpora Erick Thohir jika Kemenpora ingin melakukan kerja sama dengan Pemprov Jakarta terkait dengan pengembangan ekosistem sport tourism.

“Saya menawarkan diri, Pak Erick, ruang-ruang hijau GOR-GOR yang dimiliki oleh Jakarta termasuk Ragunan, kalau ini mau dikerjasamakan, monggo,” ujarnya.

Kerja Sama dan Sinergi

Pramono meyakini berbagai aspirasi serta ambisi yang ingin ia wujudkan untuk menggapai Jakarta sebagai ‘Top 50 Global Cities’ bisa dijalankan, dan tujuan itu bisa diraih. Kerja sama atau sinergi berbagai pihak menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

“Saya yakin bahwa skema public-private partnership akan membuat wajah Jakarta berbeda. Kata kuncinya adalah hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jakarta harus baik,” kata dia.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *