My WordPress Blog

Rivian Jadi Kendaraan Tanpa Pengemudi 2030



Pendiri Rivian, RJ Scaringe, memiliki visi yang sangat ambisius terkait mobil swakemudi yang bisa digunakan secara pribadi. Ia percaya bahwa teknologi seperti robotaxis dan bantuan pengemudi sudah semakin canggih dari sebelumnya, bahkan terus berkembang setiap hari. Pertanyaan besar yang muncul adalah kapan teknologi tersebut akan sepenuhnya menyatu menjadi satu sistem yang sepenuhnya mandiri.

Saat ini, Anda sudah bisa menggunakan layanan Waymo tanpa adanya sopir di beberapa kota di Amerika Serikat. Sementara itu, fitur Super Cruise dari General Motors memungkinkan pengemudi untuk mengemudi tanpa tangan di jalan raya tertentu, asalkan tetap waspada. Di sisi lain, fitur Full Self-Driving (FSD) Tesla juga menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam navigasi, meskipun masih memerlukan pengawasan aktif dari pengemudi.



Pertanyaannya sekarang adalah: kapan teknologi swakemudi yang benar-benar matang dan murah akan tersedia di mobil biasa yang bisa dibeli oleh konsumen umum? Ini adalah pertanyaan yang berdampak triliunan dolar. Karena produsen mobil mana pun yang mampu menjual ide “tidur siang saat pergi ke kantor” atau “menonton Netflix selama perjalanan” akan meraih keuntungan besar.

Menurut CEO Rivian, RJ Scaringe, masa depan yang dimaksud lebih dekat dari yang kita bayangkan. Ia mengatakan kepada sebuah outlet media minggu ini bahwa langkah berikutnya dalam upaya otonomi Rivian adalah fitur “hands-free di mana saja”, diikuti dengan tambahan “navigasi titik ke titik” yang mirip dengan FSD Tesla. Meski kedua fitur ini masih membutuhkan partisipasi pengemudi, Scaringe yakin bahwa langkah berikutnya akan cepat menuju sistem yang tidak lagi memerlukan perhatian pengemudi.

“Langkah selanjutnya adalah memungkinkan Anda untuk tidak berada di dalam kendaraan,” ujarnya. Menurut pandangan Scaringe, hal itu akan terjadi sebelum akhir dekade ini. Ia bahkan menyiratkan bahwa pada tahun 2028 atau 2029, pengguna Rivian bisa mengirim mobil mereka untuk menjalankan tugas atau menjemput teman di bandara sementara mereka berbaring di sofa. Visi ini terdengar menarik dan terasa mendekati, tapi bagaimana caranya mencapainya?

CEO Tesla, Elon Musk, telah lama menjual mimpi serupa sejak manifesto “Master Plan Part Deux” tahun 2016. Ia menulis bahwa ketika swakemudi yang sebenarnya disetujui oleh regulator, pengguna Tesla akan bisa memanggil mobil dari mana saja. Setelah menjemput pengguna, mereka bisa tidur, membaca, atau melakukan hal lain selama perjalanan. Musk juga sering menyatakan bahwa pemilik Tesla akan segera bisa mengirimkan mobil mereka untuk bekerja sebagai pengemudi berbagi tumpangan otonom.

Di satu sisi, membuat mobil swakemudi terbukti lebih sulit dan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang, termasuk Musk. Upaya untuk mencapai tingkat otonomi ini sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Namun, di sisi lain, perkembangan dalam kecerdasan buatan telah mendorong pengembangan algoritme mengemudi otonom. Secara umum, sistem berbasis aturan (misalnya, jika “tanda berhenti,” maka “injak rem”) mulai bergeser ke model berbasis AI yang lebih fleksibel dan dapat belajar lebih baik.

(Scaringe menjelaskan hal ini dengan lebih baik daripada yang bisa saya tulis saat mewawancarainya di Podcast Plugged-in awal tahun ini. Anda bisa menemukan bagian yang diberi cap waktu di sini).

Pada tahun 2025, mobil otonom akan menjadi lebih nyata dari sebelumnya. Waymo, misalnya, telah menangani jutaan perjalanan berbayar setiap bulannya, berekspansi ke jalan bebas hambatan, dan mempersiapkan serangan ke kota-kota baru. Dan Rivian tidak sendirian dalam mengincar tingkat otonomi yang lebih tinggi dalam waktu dekat. General Motors berencana menambahkan fungsionalitas tanpa pengemudi pada Super Cruise pada tahun 2028, pertama kali pada Cadillac Escalade.

Apakah perusahaan-perusahaan ini bisa mencapai target tersebut? Tidak akan mudah, itu pasti. Paling tidak untuk Rivian, kita akan mengetahui lebih lanjut tentang rencananya di Autonomy and AI Day minggu depan.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *