My WordPress Blog

Persebaya Rugi Rp 12,6 Miliar! Lini Depan Tumbang, Striker Hanya Cetak 2 Gol dari 14 Kali Percaya Diri



Mihailo Perovic masih menjadi sorotan di kalangan penggemar Persebaya Surabaya menjelang pertandingan melawan Arema FC, yang akan digelar pada Sabtu (22/11). Performa pemain asing ini dinantikan untuk membantu tim dalam menghadapi laga penting.

Kondisi Tim Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya kembali menjadi perhatian setelah hanya mampu meraih satu poin dari laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Tim tetap berada di posisi tengah klasemen dan belum menunjukkan performa stabil meskipun telah berganti pelatih. Kini, Persebaya berada di bawah arahan pelatih interim Uston Nawawi.

Pertandingan terbaru yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada Jumat malam, 28 November 2025, berakhir dengan hasil imbang 1-1. Masalah utama datang dari lini depan yang seharusnya menjadi sumber gol. Dari total 14 gol yang dicetak oleh Persebaya musim ini, hanya dua gol yang berasal dari striker murni.

Masalah di Lini Depan

Gol terakhir dari seorang striker terjadi pada pekan ke-11 saat Persebaya Surabaya mengalahkan Persis Solo di Gelora Bung Tomo. Mihailo Perovic mencatatkan namanya di papan skor bersama Francisco Rivera. Namun, sejak itu, tidak ada lagi gol yang lahir dari kaki striker asing.

Kondisi ini membuat publik menganggap bahwa investasi besar di lini depan tidak memberikan hasil yang sesuai harapan. Dengan total nilai investasi sebesar Rp 12,61 miliar, para pemain asing diharapkan bisa menjadi mesin gol yang efektif.

Performa Mihailo Perovic

Mihailo Perovic, yang tiba pada 15 Juli 2025, awalnya dianggap sebagai solusi karena memiliki rekam jejak sebagai penyerang tengah dengan kemampuan mencetak gol. Nilai pasarnya mencapai Rp 4,35 miliar.

Namun hingga kini, ia baru mengoleksi dua gol dari 12 pertandingan. Angka xG-nya sebesar 3,43 dan hanya 13 percobaan tembakan. Dengan total menit bermain sebesar 929 menit, kontribusinya dianggap terlalu minim untuk ukuran striker utama.

Meski akurasi umpannya cukup baik (80 persen), ia hanya menyumbang dua keypass dan nol assist. Performa ini menunjukkan bahwa ia belum memenuhi ekspektasi.

Dejan Tumbas

Di sisi lain, Persebaya juga memiliki Dejan Tumbas yang awalnya didatangkan untuk mengisi posisi penyerang tengah. Nilai pasarnya mencapai Rp 3,48 miliar. Namun, nasibnya berubah sejak era Paul Munster yang menurunkannya sebagai gelandang bertahan.

Eduardo Perez kemudian menggesernya ke posisi bek kiri. Perubahan posisi ini membuat grafik kontribusi golnya merosot jauh. Hingga saat ini, ia belum mencetak satu pun gol setelah 10 kali tampil.

Tumbas bermain selama 827 menit dan mencatatkan akurasi operan sebesar 78 persen tanpa assist atau kontribusi lain di depan gawang. Bahkan, ia terkena satu kartu merah yang menambah sorotan negatif terhadap performanya.

Diego Mauricio

Persebaya Surabaya juga mendatangkan Diego Mauricio, yang memiliki pengalaman panjang di berbagai liga. Eks penyerang Brasil ini digadang-gadang menjadi pembeda karena pernah dikenal lincah dan kuat dalam duel satu lawan satu. Nilai pasarannya mencapai Rp 4,78 miliar.

Sayangnya, Mauricio baru tampil dua kali dengan total menit bermain hanya 33 menit akibat masalah kebugaran dan adaptasi. Ia hanya mencatat satu tembakan dengan xG 0,05 dan belum memberikan dampak berarti bagi tim.

Komentar Publik

Situasi ini membuat Bonek, pendukung Persebaya Surabaya, mengeluarkan beragam komentar bernada kecewa, lucu, hingga pedas di media sosial. Beberapa mempertanyakan keputusan pelatih sebelumnya yang mengubah posisi Tumbas dari striker menjadi DMF lalu fullback.

Mereka penasaran apakah Tumbas bisa lebih berbahaya jika kembali dimainkan sebagai penyerang murni. Ada juga yang menilai manajemen terlalu ngeyel dalam mempertahankan komposisi pemain meski hasilnya tidak memuaskan.

Daftar Pencetak Gol

Saat ini, daftar pencetak gol Persebaya Surabaya dipimpin oleh Bruno Moreira dengan empat gol, disusul Francisco Rivera yang mengoleksi tiga gol. Para pemain non-striker seperti Gali Freitas, Arief Catur, Leo Lelis, dan Risto Mitrevski justru ikut membantu menambal kekurangan lini depan.

Kehadiran tiga striker asing yang digadang-gadang sebagai mesin gol malah membuat publik bertanya-tanya apakah mereka bisa meledak pada pekan-pekan berikutnya. Persebaya Surabaya tentu berharap investasi Rp 12,61 miliar ini tidak benar-benar menjadi kerugian besar.

Daftar Pencetak Gol Sementara

  • Bruno Moreira: 4 gol
  • Francisco Rivera: 3 gol
  • Mihailo Perovic: 2 gol (striker)
  • Gali Freitas: 1 gol
  • Arief Catur: 1 gol
  • Leo Lelis: 1 gol
  • Risto Mitrevski: 1 gol
Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *