JAKARTA,
Proses perceraian antara aktris Marissa Anita dan sutradara Andrew Trigg terus berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Marissa Anita mengajukan gugatan cerai terhadap Andrew pada 12 November 2025. Pernikahan yang telah berlangsung selama 17 tahun kini sedang memasuki masa yang penuh tantangan. Di tengah dinamika persidangan, Andrew memberikan beberapa pernyataan penting mengenai pengalaman pernikahannya, proses hukum, serta sikapnya terhadap Marissa.
Bersyukur Atas 17 Tahun Pernikahan
Andrew Trigg menyatakan bahwa pernikahannya dengan Marissa Anita selama 17 tahun merupakan bagian hidup yang sangat berharga baginya. Menurutnya, masa itu dipenuhi oleh pengalaman mendalam yang membentuk dirinya. “Saat ini saya… bersyukur sekali sudah mengalami 17 tahun pernikahan dengan Marissa. Saya senang sekali atas semuanya,” ujar Andrew.
Ia juga menyinggung tentang banyak momen kreatif yang mereka bangun selama menjadi pasangan. Kenangan-kenangan tersebut, menurut Andrew, menjadi bagian penting dalam hidupnya. “Ada banyak pengalaman yang luar biasa baik. Banyak memori, kolaborasi kreatif, dan saya sangat berterima kasih atas semuanya,” kata Andrew. Meski hubungan mereka kini berada di ambang perpisahan, Andrew tetap menunjukkan rasa hormat terhadap Marissa.
Tetap Doakan Kebahagiaan dan Kesuksesan Marissa
Andrew beberapa kali menegaskan bahwa ia bahagia melihat perjalanan karier Marissa yang kini tengah bersinar. Ia menunjukkan dukungan tanpa syarat meski keduanya dalam proses perceraian. “Saya merasa senang sekali dengan kesuksesannya sekarang,” kata Andrew. “Saya sangat menghargai Marissa. Saya mendoakan yang terbaik,” lanjut Andrew.
Ia juga menilai Marissa sebagai sosok yang baik dan layak mendapatkan kebahagiaan ke mana pun ia melangkah setelah perceraian ini. “Marissa adalah orang baik, dan saya berharap dia akan senang di luar sana,” ujar Andrew. Sikap suportif itu disampaikan tanpa maksud mempertahankan pernikahan. Andrew mengatakan, doanya tulus untuk Marissa sebagai seseorang yang pernah menjadi bagian besar hidupnya. Meski kini komunikasi dilakukan terbatas melalui kuasa hukum, Andrew tetap menyampaikan harapannya agar proses hukum berjalan dengan tenang. “Semoga semuanya sedamai-damainya,” ucap Andrew.
Pilih Hadapi Sidang Cerai Tanpa Kuasa Hukum
Salah satu hal yang cukup mencuri perhatian adalah keputusan Andrew untuk tidak menggunakan kuasa hukum dalam proses perceraian. Ia mengatakan, langkah itu diambil karena ingin menjaga suasana tetap damai. “Karena saya punya perasaan yang sangat baik kepada Marissa dan saya merasa biasanya kalau… ya, saya bisa sendiri,” ujar Andrew.
Ia mengatakan, selama tidak ada keinginan menciptakan konflik, ia merasa mampu mengurus persidangannya sendiri. Baginya, pendekatan itu lebih menguntungkan kedua pihak. “Saya merasa kalau tidak mencari konflik apa pun tidak membutuhkan kuasa hukum,” katanya. Andrew mengaku mempelajari sendiri proses yang harus dijalani, dan ia merasa yakin dapat melakukannya tanpa pendamping pengacara. “Saya bisa meneliti sendiri dan berbuat terbaik bagi saya dan bagi Marissa,” ucap Andrew.
Ia juga menegaskan bahwa memilih berjalan tanpa kuasa hukum adalah bentuk komitmen untuk menjaga kedamaian dan meminimalkan gesekan. “Mewakili diri sendiri itu hal yang sangat baik,” kata Andrew.
Komitmen Hadir di Sidang Mediasi dan Ingin Hormati Proses
Andrew memastikan telah resmi mendaftar untuk mengikuti mediasi, yang menjadi tahap penting dalam proses perceraian. Ia mengatakan akan hadir kapan pun pengadilan menjadwalkannya. “Saya bersedia untuk hadir setiap kali ada mediasi,” ujar Andrew.
Ia juga menolak anggapan bahwa kehadirannya di mediasi merupakan upaya mempertahankan pernikahan. Baginya, ini semata-mata bentuk penghormatan terhadap prosedur hukum. “Saya mau menghormati prosesnya saja,” kata Andrew. Saat ditanya lebih jauh tentang komunikasi dengan Marissa, Andrew memilih irit bicara. “Em… itu saja dulu,” ucapnya sambil tersenyum.
Sidang Kembali Ditunda
Sidang perceraian yang seharusnya memasuki agenda mediasi pada Rabu (26/11/2025) kembali ditunda setelah Marissa tidak hadir. Kuasa hukum Marissa, Ira Yustika Lestari, menjelaskan bahwa Marissa memiliki jadwal lain yang tidak dapat ditinggalkan. “Kalau sudah memberikan kuasa kepada kuasa hukum, beliau sudah tidak perlu hadir sebenarnya, kecuali untuk mediasi,” kata Ira.
Hakim kemudian menegaskan bahwa mediasi wajib dihadiri langsung oleh kedua pihak sehingga sidang dijadwalkan ulang untuk pekan depan. “Kemungkinan minggu depan ada mediasi. Tapi tanggalnya belum ditentukan,” ujar Ira. Ira juga memastikan bahwa keputusan Marissa untuk bercerai sudah bulat. Semua komunikasi dengan Andrew kini disalurkan melalui kuasa hukum. “Untuk sementara ini masih lewat saya saja,” lanjut Ira. Ia menambahkan bahwa kondisi Marissa tetap baik di tengah proses perceraian ini. “Alhamdulillah baik-baik saja,” tutur Ira.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











