Aksi Surya Insomnia Menambal Jalan Berlubang di Tangerang Selatan Viral
Aksi seorang pria yang dikenal sebagai Surya Insomnia, suami dari Tyara Renata, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ia viral setelah mengambil inisiatif untuk menambal jalan berlubang di kawasan Tangerang Selatan. Aksi ini dilakukan secara spontan dan tanpa niat menyindir siapa pun, tetapi justru muncul karena kepedulian terhadap keselamatan pengendara.
Surya Insomnia mengungkapkan bahwa lubang di jalan tersebut cukup dalam dan berpotensi membahayakan pengendara motor. Terlebih, ia sering melewati jalan itu setiap hari, sehingga merasakan langsung risiko yang ditimbulkan oleh kondisi jalan yang rusak. Menurutnya, kerusakan jalan seperti itu terlalu berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Meski ia tidak bisa memastikan apakah tambalan yang dibuatnya akan bertahan lama, setidaknya dapat mengurangi risiko kecelakaan.
“Kita ngejagain sebagai warga, kasihan buat orang-orang yang bawa motor, abang ojol kalau sampai kena lubang dalam gitu, harus keluar duit ekstra lagi, ya pengen iseng saja,” ujar Surya Insomnia.
Ia juga menegaskan bahwa tindakannya sama sekali bukan untuk menyindir atau menegur pihak manapun, melainkan murni karena keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang menurutnya berbahaya. Surya Insomnia menolak anggapan bahwa aksinya dibuat untuk mencari sensasi atau memicu kegaduhan publik. Ia menekankan bahwa video aksi menambal jalan itu viral justru karena ulah rekannya sendiri.
Sebagai anggota klub motor The Prediksi, Surya Insomnia mengaku terkejut melihat aksinya mendapatkan perhatian yang begitu besar. Ia berharap video itu tidak disalahartikan dan dijadikan bahan saling menyalahkan di kalangan warganet. Menurutnya, niat baiknya hanyalah membantu pengendara lain agar terhindar dari bahaya. Ia berharap reaksi publik tetap positif tanpa memperkeruh keadaan.
Video Surya Insomnia menambal jalan awalnya diunggah oleh pemilik akun TikTok @gilangseiya. Dalam video tersebut, Gilang yang merupakan personal trainer (PT) Surya Insomnia berada di jalan yang baru saja ditambal aspal. Surya Insomnia terlihat mengenakan kaus lekbong berwarna cokelat. Ia juga mengenakan celana pendek dan penampilannya sangat sederhana. Ia tampak menenteng peralatan yang baru saja digunakan untuk mengaspal jalan.
Sesekali ia bercanda dengan si pemilik akun. “Mas Surya kita habis ngaspal jalan ya mas Surya, mana hasilnya ini bang?” ujar Gilang sambil menunjukkan jalan berlubang yang telah ditambal aspal. Gilang pun sempat melontarkan sindirannya yang membuat Surya Insomnia panik. “Jalan Tangsel yang bolong yang nggak diperhatiin sama pemda,” ujar Gilang tertawa. Suami Tiara Renata ini tertawa sambil ‘menyapu’ sindiran PT-nya tersebut. “Heeey stop stop stop, heeeyyyy,” sahut Surya Insomnia panik dan meminta Gilang berhenti bicara.

Mereka kemudian berjalan menyeberang sambil bercanda. Gilang pun menanyakan kepada Surya Insomnia soal biaya yang dikeluarkan untuk menambal jalan tersebut. “Habis berapa bang tadi bang ngaspal?” tanya Gilang. Surya Insomnia tak menjawab nominalnya dan menyebut kalau uangnya dari warga. “Nggak ada nggak ada habis nggak ada, ini swadaya masyarakat,” jawab Surya Insomnia diselingi tawa. “Eehhh teguran buat eeeh,” kelakar Gilang yang langsung dipotong Surya Insomnia. “Weeeeeyyyy,” teriak Surya Insomnia berusaha meminta Gilang untuk diam.
Dalam unggahan tersebut, Gilang juga menuliskan sindirannya untuk pemda terkait jalan berlubang. “Kalau gw yang jadi pemda nya malu sih yaa,” tulis Gilang dalam postingannya. Melihat video Surya Insomnia tersebut, para netizen pun ramai berkomentar. Beberapa komentar antara lain:
- @dansadps: “Syuting ga syuting kerjaan surya nyapuin omongan orang mulu.”
- @ga2ga2ga2: “teguran keras dari Surya insomnia untuk pemerintah Tange…”
- @i.chipz: “Sindiran secara tidak langsung terhadap pemerintah Tangsel”
- @friiiissskaaaa: “MENUJU TANGSEL 2029, SEMANGAT PAK SURYA.”
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











