My WordPress Blog

Serangan Drone Tewaskan Dua Warga Gaza, Hamas Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata

Serangan Drone Israel di Gaza Menewaskan Dua Orang, Termasuk Anak-anak

Di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan, dua orang tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel pada hari Senin (10/11/2025). Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi sejak perjanjian penghentian sementara pertempuran diberlakukan pada Oktober lalu.

Kelompok Hamas mengutuk serangan tersebut dan menuding Israel melakukan pelanggaran setiap hari di wilayah yang masih terkepung. Mereka mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, sedikitnya 271 orang tewas dan 622 lainnya luka-luka, dengan lebih dari 90 persen korban merupakan warga sipil.

Militer Israel menyebut dua warga Palestina yang tewas pada Senin adalah “ancaman langsung” bagi pasukan mereka. Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan terus menghancurkan rumah-rumah di dalam “garis kuning”, yakni batas penarikan sementara yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata Gaza.

Pembongkaran di Khan Younis Timur Semakin Intensif

Wali Kota Bani Suheila, Hamdan Radwan, mengatakan bahwa setiap bangunan atau rumah berlantai dua menjadi sasaran. Ia menyebut operasi pembongkaran di Khan Younis timur kian intensif.

Koresponden Al Jazeera juga melaporkan bahwa pasukan Israel meledakkan blok-blok permukiman di Gaza tengah. Citra satelit memperlihatkan sebagian besar bangunan hancur menjadi puing-puing.

Bantuan Kemanusiaan Masih Dibatasi

Selain serangan, Israel juga disebut terus membatasi pengiriman bantuan ke Gaza, salah satu poin utama dalam kesepakatan gencatan senjata. Hamas menuduh Israel menolak masuknya 600 truk bantuan setiap hari, termasuk 50 truk bahan bakar, sebagaimana dijanjikan dalam perjanjian.

Pada Minggu (9/11/2025), hanya 270 truk yang berhasil melewati perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) dan al-Karara (Kissufuim). Dari jumlah itu, 126 truk membawa bantuan kemanusiaan, 127 truk berisi barang komersial, 10 truk memuat bahan bakar, dan tujuh truk membawa gas untuk memasak.

Meski volume bantuan meningkat sejak gencatan senjata dimulai, warga Gaza tetap mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Banyak yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman yang berlangsung hampir dua tahun.

UNRWA Kesulitan Salurkan Bantuan

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan Gaza membutuhkan 500 hingga 600 truk pasokan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya. Namun, pembatasan Israel membuat pengiriman itu tersendat.

John Whyte, wakil direktur senior UNRWA untuk operasi Gaza, mengatakan kepada The Journal bahwa Israel melarang masuk kendaraan milik badan tersebut. “Mereka tidak mengizinkan kendaraan kami masuk. Semua pasokan harus diserahkan kepada badan lain, dan logo UNRWA harus dilepas sebelum menyeberang. Ini menimbulkan penundaan logistik yang luar biasa,” ujar Whyte.

Larangan terhadap UNRWA mulai berlaku sejak Januari 2025, memutus salah satu jalur utama distribusi bantuan bagi jutaan pengungsi di Gaza.

Warga Gaza Masih Lapar

Melaporkan dari Deir el-Balah, jurnalis Al Jazeera Hind Khoudary menyebut janji pengiriman 600 truk bantuan per hari tak terpenuhi. “Kami mencatat sebagian besar truk yang masuk justru membawa barang komersial non-esensial. Berdasarkan data PBB, hanya sekitar 200 truk bantuan kemanusiaan yang benar-benar masuk setiap hari,” katanya.

Khoudary menambahkan, wilayah Gaza utara bahkan belum menerima bantuan selama 75 hari terakhir. “Orang-orang mengatakan kepada kami bahwa mereka tidur dalam keadaan lapar, mengantre berjam-jam demi air, dan tidak mampu membeli daging atau telur,” ujarnya.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *