My WordPress Blog

Marc Marquez Akui Lawan Terkuat di Moto3 2026



Masa cuti akibat cedera yang dijalani oleh Marc Marquez tidak hanya dihabiskan dengan istirahat. Ia juga memanfaatkannya untuk menonton berbagai balapan dari semua kelas MotoGP. Kebahagiaan dirasakan saat melihat salah satu pembalap yang dibantunya sukses meraih kemenangan.



Jalan hidup Marc Marquez di dunia MotoGP tidak hanya terbatas pada menjadi seorang pembalap. Pada tahun 2022, ia meluncurkan agensi pembalap bernama Vertical Group bersama adiknya, Alex Marquez, serta manajer pribadi yang baru, Jaime Martinez.

Vertical Group tidak hanya menaungi atlet-atlet olahragawan, tetapi juga seniman hingga kreator konten. Jika hanya berbicara tentang atlet, saat ini hanya satu orang yang dibantu oleh kakak beradik asal Cervera tersebut, yaitu Maximo Quiles. Namun, dampaknya sudah terasa di paddock MotoGP saat ini.

Maximo Quiles telah menunjukkan bakatnya sejak kompetisi junior. Ia berhasil menjadi juara European Talent Cup dua kali (2021 dan 2023), serta masuk tiga besar dalam Red Bull Rookies GP (2022–2023) dan JuniorGP (2024). Sebelum Veda Ega Pratama, Quiles mendapatkan hak istimewa untuk tampil di grand prix lebih cepat setahun dari batas usia minimal 18 tahun karena prestasi tiga besar di Rookies Cup/JuniorGP.

Usia Quiles baru saja genap 17 tahun pada 19 Maret lalu. Dalam debutnya di Moto3, ia langsung bersaing untuk posisi tiga besar. Quiles akan menjadi salah satu rival Veda Ega Pratama yang akan menyusul ke Moto3 pada tahun depan.

Quiles dan Veda pernah bersaing dalam Rookies Cup 2024. Saat itu, Veda berstatus rookie sedangkan Quiles menjalani musim ketiganya. Keduanya pernah naik podium bersama saat Quiles finis kedua dan Veda finis ketiga pada Race 2 dari seri Red Bull Ring di Austria. Itu adalah podium pertama Veda di Rookies Cup.

Berdasarkan perkataan Marquez, Quiles memiliki peluang menjadi kandidat juara Moto3 musim depan. Pembalap yang memperkuat tim Aspar ini menggebrak dalam debutnya dengan mencatat tiga kemenangan, termasuk pada GP Portugal akhir pekan lalu.

“Tentang Maximo Quiles, kami telah membantu dan membimbingnya selama tiga tahun sampai sekarang, dengan pengalaman yang saya dan Alex miliki,” ujar Marc Marquez.

“Saya pikir, jika dia memulai dari balapan pertama, dia mungkin sudah bersaing untuk gelar juara. Meskipun melewatkan banyak balapan, dia bersaing untuk posisi runner-up.”

Quiles sendiri melewatkan empat dari lima balapan pertama. Pada awal musim, ia harus menunggu lebih lama untuk debut karena belum genap 17 tahun. Lalu, saat tampil di GP Americas, ia kembali absen karena cedera ibu jari.

Meski melewatkan potensi maksimal 100 poin dari sana, Quiles masih berpeluang untuk menjadi runner-up dalam debutnya karena terpaut 8 poin saja dari Angel Piqueras (MT Helmets-MSI).

Marquez melihat potensi cerah dari sosok yang seharusnya berinisial M. Mar seperti dirinya kalau mendaftar dengan nama belakang dari ayahnya.

“Dia punya talenta dan kedisiplinan, dan sekarang kami harus terus berusaha dengan rendah hati sampai prestasinya meledak di kemudian hari,” tambah Marquez.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *