Michelle Ashley kembali menjadi perbincangan setelah pernyataannya di media sosial viral. Ia mengungkapkan kekecewaan terhadap sang ibu, Pinkan Mambo, yang dinilai menurunkan level diri dengan tindakannya di jalanan. Perasaan tersebut muncul dari rasa peduli sebagai anak, meski ia menyadari bahwa hubungan dengan ibunya tidak lagi harmonis.
Dalam wawancara dengan Melaney Ricardo, Michelle menjelaskan bahwa kekecewaannya berasal dari melihat perubahan sikap sang ibu dalam beberapa bulan terakhir. Ia merasa sedih karena melihat ibunya melakukan hal-hal seperti ngamen atau menjual kesedihan di jalan.
“Sebagai anak aku pengen yang terbaik untuk Mami. Tapi kalau lihat Mami sekarang kayak ngamen di jalan, jual kesedihan, itu aku sedih banget,” ujar Michelle Ashley dikutip dari video YouTube Melaney Ricardo.
Hubungan antara Michelle dan Pinkan Mambo ternyata sudah lama tidak baik. Menurutnya, komunikasi antara mereka terputus selama sekitar enam bulan terakhir. Meskipun pernah berbicara, Michelle merasa pendapatnya sering diabaikan.
“Sudah lumayan lama sih, sekitar enam bulan. Aku sempat ngobrol, tapi nggak pernah didengar,” katanya.
Menurut Michelle, salah satu penyebab renggangnya hubungan adalah perbedaan pandangan terkait pasangan baru sang ibu. Ia merasa lebih memilih berpihak pada suaminya daripada mendengarkan pendapat putrinya.
“Aku ngerasa Mami selalu prioritaskan pasangannya dulu dibanding anak,” ucapnya.
Selain itu, Michelle juga menyentuh isu finansial dalam keluarga Pinkan Mambo. Ia mengklaim bahwa suami sang ibu tidak memberikan nafkah yang layak.
“Dari yang aku dengar, penghasilannya ada, tapi yang dikasih ke Mami cuma sekitar Rp300 ribu sebulan,” ungkap Michelle.
Meski begitu, Michelle tetap menghormati sang ibu. Ia menyebut Pinkan sebagai sosok perempuan kuat yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
“Aku respect banget sama Mami. Dia strong woman, hard worker, bahkan bisa dibilang ‘the man of the house’,” katanya.
Di sisi lain, Michelle mengaku memilih menjaga jarak demi menjaga kesehatan mentalnya. Ia merasa terlalu sering kecewa hingga akhirnya memutuskan fokus pada diri sendiri.
“Aku sedih pasti, tapi aku juga harus jaga perasaan aku. Jadi sementara aku memilih menjauh dulu,” jelasnya.
Momen Lebaran yang biasanya menjadi ajang berkumpul keluarga justru memperkuat perasaannya. Michelle mengaku tidak mengetahui keberadaan sang ibu dan tidak mendapat ajakan untuk berkumpul.
“Aku nggak tahu Mami tinggal di mana, jadi aku bingung harus ke mana waktu Lebaran,” ujarnya.
Meski hubungan sedang renggang, Michelle masih memiliki rasa rindu. Ia berharap suatu saat bisa kembali bersatu dengan sang ibu dalam kondisi yang lebih baik.
“Aku kangen, pasti. Aku pengen semuanya bisa bareng lagi, tapi mungkin belum waktunya,” tuturnya.
Michelle juga menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk harapan agar sang ibu kembali ke jalur karier yang menurutnya lebih layak.
“Mami itu diva, harusnya bisa konser lagi, bukan di jalan,” katanya.
Saat ini, Michelle mengaku sudah mandiri secara finansial sejak usia remaja. Ia menyebut telah memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung pada orang tua.
“Aku sudah finansial independen dari umur 17 tahun. Aku cari jalan sendiri,” ujarnya.
Terlepas dari polemik yang terjadi, Michelle berharap publik tidak salah memahami pernyataannya. Ia menegaskan bahwa semua yang ia sampaikan murni dilandasi rasa sayang sebagai anak.










