Pemkab Manggarai Mulai Terapkan WFH untuk Pegawai Pemerintahan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai akan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi pegawai pemerintahan. Kebijakan ini akan berlaku pekan depan, setelah sebelumnya diumumkan oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, SE.,MA.
“Sebenarnya mulai minggu ini, tetapi karena hari Senin kemarin kita libur, sehingga pemberlakuan WFH mulai minggu depan ini,” ujar Bupati Hery dalam pernyataannya, Jumat 10 April 2026 di Ruteng.
Pejabat Tetap Masuk Kantor
Bupati Hery menjelaskan bahwa kebijakan WFH sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Dalam hal ini, para pejabat seperti Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Sekertaris Dinas, Kabag, Camat, Kepala Bidang, dan lurah tetap masuk dan bekerja dari kantor pada setiap hari Jumat dalam pekan. Sementara itu, pegawai biasa akan bekerja dari rumah.
WFH Bukan Berarti Libur
Bupati Hery juga mengingatkan kepada seluruh pegawai yang akan bekerja dari rumah bahwa WFH bukan berarti libur. Ia menegaskan bahwa penggunaan handphone harus tetap aktif selama masa WFH untuk memudahkan koordinasi antara pimpinan dan rekan kerja demi kelancaran pelayanan publik.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pegawai tidak meninggalkan tempat tinggal dan melakukan aktivitas di luar tugas dinas saat bekerja dari rumah. Namun, jika ada keperluan darurat bagi masyarakat, pegawai dapat bekerja di kantor.
Penghematan Anggaran
Bupati Hery menyampaikan bahwa kebijakan WFH juga menjadi upaya untuk penghematan anggaran. Meskipun demikian, Pemda Manggarai akan terus memperhitungkan dampak dari kebijakan tersebut terkait penghematannya.
Aktivitas di Kantor Pemerintahan
Pantauan pada Jumat pagi menunjukkan bahwa semua kantor dinas, badan, kantor Camat, dan Lurah di lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai tetap dibuka. Terlihat ada pegawai dan masyarakat yang datang keluar masuk untuk membutuhkan pelayanan.
Khususnya di Kantor Bupati, tampak banyak pegawai yang sedang bekerja, serta masyarakat yang keluar masuk. Namun, Bupati, Wabup, dan Pj Sekda tidak terlihat, dan mobil dinas juga tidak ada.
Bupati dan Wakil Bupati Mengolah Lahan di Stadion Golo Dukal
Sementara itu, Bupati Manggarai Hery Nabit bersama Wabup Manggarai Fabianus Abu, Pj Sekda Manggarai Lambertus Paput, dan para pimpinan tinggi pratama serta sebagian besar pegawai terlihat bekerja membersihkan rumput di area stadion Golo Dukal, di Kelurahan Bangka Leda, Kota Ruteng.
Dalam kesempatan tersebut, mereka juga mengolah lahan tidur di area Stadion Golo Dukal untuk ditanami tanaman hortikultura. Dua unit alat pertanian modern digunakan dalam kegiatan ini, yaitu Disc plough (bajak piringan) dan Alat penggembur tanah rotary (cultivator/rotary tiller). Kedua alat tersebut digunakan untuk mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan kualitas struktur tanah agar siap ditanami.
Optimalkan Pemanfaatan Lahan Tidur
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai serius menggarap lahan di sekitar Stadion Golo Dukal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi lahan produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati di lokasi kegiatan adalah bukti nyata dari komitmen tersebut. Pengolahan lahan ini menjadi langkah awal dalam mendukung program ketahanan pangan daerah serta optimalisasi pemanfaatan aset lahan milik pemerintah.
Area di sekitar Stadion Golo Dukal dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penggunaan alat modern seperti bajak dan penggembur menjadi bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani dalam mengadopsi teknologi pertanian.











