Konfederasi Sepak Bola Asia Tidak Akan Memindahkan Piala Asia 2027 dari Arab Saudi
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menegaskan bahwa mereka tidak berencana untuk memindahkan negara tuan rumah Piala Asia 2027 dari Arab Saudi. Pernyataan ini datang setelah beberapa laporan media di Australia dan Inggris menyebutkan kemungkinan perubahan dalam penyelenggaraan ajang tersebut.
Laporan-laporan tersebut sempat menyebut nama Craig Foster, mantan pemain Timnas Australia yang kini aktif sebagai pembela hak asasi manusia. Foster dilaporkan sedang berupaya untuk mengajak Asosiasi Sepak Bola Australia dan pemerintah negara itu menjadi tuan rumah Piala Asia 2027. Alasannya adalah karena Australia berhasil mencatatkan jumlah penonton rekor dalam Piala Asia Wanita yang diselenggarakan bulan lalu.
Namun, sebuah sumber anonim mengklaim bahwa AFC belum melakukan diskusi dengan federasi nasional mana pun terkait rencana penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pencarian terhadap alternatif tuan rumah.
Ketegangan di Timur Tengah dan Dampaknya pada Piala Asia
Isu pemindahan tuan rumah muncul setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik geopolitik. Beberapa insiden seperti serangan militer AS terhadap Iran, serangan Israel ke Lebanon, serta serangan terhadap infrastruktur petrokimia Arab Saudi menjadi perhatian utama.
Iran dan Lebanon, yang sama-sama anggota penuh AFC, akan tetap berpartisipasi dalam Piala Asia 2027. Mereka memiliki tim lengkap dan persyaratan masuk visa tanpa batasan. Iran sudah memastikan kualifikasi, sementara Lebanon saat ini memimpin grup mereka di Kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju ke babak berikutnya.
Pertandingan antara Lebanon dan Yaman di Grup B yang awalnya dijadwalkan pada 31 Maret kini dijadwal ulang menjadi 4 Juni 2026.
Persoalan Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia
Masalah partisipasi Timnas Iran di kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia di AS musim panas ini, juga menjadi perdebatan. Federasi Sepak Bola Iran dan pejabat pemerintah menyatakan bahwa para pemain mereka tidak akan aman di AS. Presiden AS Donald Trump bahkan mengkonfirmasi hal tersebut dan menyarankan Iran untuk menjauh demi keselamatan pemain.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi sesuai jadwal. Ada beberapa pembicaraan tentang memindahkan pertandingan Iran ke Meksiko, tempat mereka akan diterima dengan baik. Namun, isu visa tetap menjadi kendala. Sebagian besar pemain Iran telah menjalani wajib militer di Garda Revolusi Iran, sehingga tidak ada jaminan visa mereka akan diberikan.
Upaya Australia untuk Mengganti Arab Saudi Tidak Disukai AFC
Usaha Australia untuk merebut hak penyelenggaraan Piala Asia 2027 dari Arab Saudi dinilai tidak akan dipandang baik oleh federasi anggota AFC lainnya. Seorang sumber lain yang berbicara secara anonim kepada Insideworldfootball mengatakan: “Akan lebih mudah untuk mengeluarkan Australia dari Asia.”
Dengan demikian, meskipun ada upaya dari beberapa pihak, AFC tetap mempertahankan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Asia 2027. Keputusan ini menunjukkan bahwa konflik politik dan isu-isu keamanan tidak akan mengubah rencana penyelenggaraan turnamen sepak bola bergengsi ini.











