My WordPress Blog

Budi Sudarsono Berani Terima Tantangan Meski Gaji Tertunda: Cinta Sriwijaya FC



Budi Sudarsono akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai keputusannya untuk menerima tawaran melatih Sriwijaya FC di tengah situasi yang sedang tidak stabil.

Menurut Budi Sudarsono, ia memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap klub yang dikenal dengan julukan Laskar Wong Kito tersebut. Ia juga menyadari bahwa saat ini Sriwijaya FC sedang menghadapi masalah terkait keterlambatan pembayaran gaji kepada pemain dan staf. Meski begitu, ia tetap memilih untuk tetap setia bersama tim.

Sebagai pelatih baru di Sriwijaya FC, Budi Sudarsono diperkenalkan pada 26 Oktober 2025. Ia telah menjalani empat pertandingan sejauh ini dengan hasil tiga kali kalah melawan FC Bekasi City, Adhyaksa Banten FC, dan Garudayaksa FC. Sementara itu, satu pertandingan lainnya berakhir imbang saat melawan Sumsel United dalam Derbi Palembang.

Meski menghadapi tantangan, Budi Sudarsono mengaku tidak takut. Justru, kondisi sulit ini menjadi tantangan yang menarik baginya.

“Saya tipe orang yang suka tantangan,” ujar Budi Sudarsono. “Dulu sebagai pemain, saya sering pindah klub dan selalu ingin jadi bintang di setiap tim. Sekarang sebagai pelatih, ini adalah tantangan baru bagi saya.”

Keputusan Budi Sudarsono untuk bergabung dengan Sriwijaya FC bukan hanya karena alasan karier, tetapi juga karena cintanya terhadap klub yang pernah ia bela sebagai pemain.

Ia pernah membela Sriwijaya FC pada periode 2008-2009 dan 2010-2011. Dalam masa itu, ia mengaku memiliki banyak kenangan indah bersama klub.

“Saya cinta Sriwijaya FC. Saya ingin tim ini bisa naik lagi posisinya, minimal tidak degradasi,” ujarnya. “Sriwijaya FC adalah tim besar. Dulu waktu masih main di sini, saya sampai bingung mau selebrasi seperti apa setiap kali mencetak gol.”

Namun, situasi saat ini berbeda. Meskipun begitu, ia percaya bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari para suporter, Sriwijaya FC bisa bangkit.

Terkait isu keterlambatan gaji, Budi Sudarsono tidak menyangkal adanya hal tersebut. Sebelumnya, beberapa pemain Sriwijaya FC juga sudah menyampaikan keluhan mereka melalui media sosial.

“Ya, salah satunya memang itu,” kata Budi Sudarsono. “Sekarang, situasinya berat. Tapi saya selalu tekankan kepada pemain untuk bekerja keras dan pantang menyerah.”

“Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berjuang bersama,” tambahnya.

Saat ini, Sriwijaya FC berada di posisi terbawah klasemen sementara Grup Barat Championship 2025/2026 tanpa meraih kemenangan. Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, Sriwijaya FC hanya berhasil meraih dua poin.

Kondisi ini membuat mereka berpeluang turun kasta ke Liga 3 musim depan. Namun, Budi Sudarsono tetap optimis dan siap memberikan yang terbaik untuk mengembalikan prestasi Sriwijaya FC.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *