My WordPress Blog

Kejuaraan Asia 2026: Tiwi/Fadia Siap Taklukkan Raksasa untuk Medali Tercepat



Pencapaian yang luar biasa dengan melaju ke babak semifinal Kejuaraan Asia 2026 menjadi langkah penting bagi Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dalam menghadapi kompetisi ganda putri dunia. Kemenangan mereka tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di ajang ini, tetapi juga menandai awal dari perjalanan yang lebih menantang.

Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil meraih podium bersama pasangan ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Ini menjadi pencapaian yang sangat spesial bagi Tiwi/Fadia, karena mereka berhasil memutus paceklik selama tujuh tahun di sektor mereka. Mereka juga berhasil melewati berbagai unggulan dalam turnamen ini.

Sebagai underdog, pasangan yang baru berumur tiga bulan ini harus siap menghadapi para pasangan terbaik sejak babak awal. Namun, mereka justru menunjukkan performa yang luar biasa dengan mengalahkan Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan) dan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang).

Baek/Lee, yang merupakan mantan pasangan nomor satu dan unggulan ketiga, dikalahkan oleh Tiwi/Fadia di babak kedua dengan skor 21-17, 21-16. Sementara itu, Iwanaga/Nakanishi dikalahkan dengan skor 21-12, 21-16 pada perempat final yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026).

“Alhamdulillah, perasaannya senang karena ini pertama kalinya kami bisa masuk ke babak semifinal di Kejuaraan Asia,” ujar Tiwi setelah pertandingan melalui PBSI.

Pencapaian terbaik Tiwi sebelumnya adalah mencapai perempat final bersama partner lamanya, Febriana Dwipuji Kusuma. Sedangkan Fadia memiliki catatan kurang baik dengan serangkaian kekalahan dini, meskipun pernah meraih medali perak di Kejuaraan Dunia bersama Apriyani Rahayu.

Tiwi/Fadia telah menunjukkan tanda-tanda positif sejak dipasangkan pada Januari lalu. Kombinasi dua mantan penghuni peringkat 10 besar dunia ini berhasil meraih gelar juara di Thailand Masters 2026, yang merupakan turnamen kedua mereka.

Semifinal Kejuaraan Asia 2026 terbilang impresif mengingat tingginya level persaingan. Mayoritas pemain top berasal dari kawasan ini, sehingga Kejuaraan Asia dianggap sebagai ajang World Tour Super 1000 berdasarkan poin ranking yang diperebutkan.

“Tembus semifinal level super 1000 pasti membuat kami senang karena kami baru saja dipasangkan, tapi kami ingin secepatnya bermain di level teratas. Semoga ini bisa menjadi batu loncatan,” harap Fadia.

Tiwi/Fadia menunjukkan kematangan dalam permainan mereka. Pasangan yang kini menduduki peringkat 54 dunia mampu mengatur reli dengan cermat, sehingga dapat meraih kemenangan straight game atas Baek/Lee dan Iwanaga/Nakanishi.

“(Tentang) mendominasi sejak awal, kami lebih mengontrol ketenangan di lapangan dan menjaga komunikasi,” kata Fadia soal kemenangan atas Iwanaga/Nakanishi. “Karena di pertemuan terakhir kami kalah akibat kurang fokus padahal sempat ambil kemenangan di awal,” ucap Tiwi dalam keterangan yang sama.

“Antisipasi kami sebelum laga tadi, mencoba untuk menjaga fokus dan bola-bola panjangnya,” imbuh pemain asal Sukoharjo itu.

Tantangan lebih besar akan dihadapi Tiwi/Fadia di semifinal untuk meningkatkan warna medali dari kini ‘hanya’ perunggu. Mereka akan meladeni pasangan nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning (China). Liu/Tan juga merupakan juara bertahannya.

Sejak dipasangkan, Tiwi/Fadia belum pernah menghadapi Liu/Tan. “Perjuangan belum usai, masih ada babak berikutnya …. Untuk besok mainnya mau nothing to lose dan lebih nekat,” kata Tiwi lagi.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *