Kemenangan Dramatis Guido Pini di Moto3 Amerika 2026
Guido Pini, pembalap muda dari tim Leopard Racing, masih dalam suasana bahagia setelah meraih kemenangan pertamanya di Kejuaraan Moto3. Pembalap berusia 18 tahun ini berhasil memenangkan balapan Moto3 Amerika 2026 dengan cara yang sangat dramatis, yaitu pada tikungan terakhir.
Setelah menyelesaikan lomba, Pini kembali ke negaranya dan menghadiri acara Italian Talents 2026 di Sirkuit Dovi, Faenza, Italia. Kemenangannya ini membuatnya menjadi pembalap Italia yang kembali memenangkan balapan Moto3 sejak Dennis Foggia pada musim 2022. Sebelum Pini bisa finis pertama, tiga musim berturut-turut tidak ada pembalap Italia yang berhasil meraih kemenangan di kelas Moto3.
Pini mengungkapkan perasaannya setelah menang. Ia mengatakan bahwa tekanan mulai berubah. “Saya tahu saya sudah memenangkan balapan di Moto3, dan itu sudah menjadi satu hal yang terlepas dari pikiran saya,” kata Pini kepada Moto.it. Ia juga menyebutkan bahwa kewajiban atau tekanan untuk memenangkan balapan pertama telah berlalu, tetapi kini ada tekanan untuk bisa mengulangi kemenangan tersebut.
“Untuk saat ini, masih ada sedikit waktu hingga balapan berikutnya, jadi mari kita coba menikmati momen ini dengan terus berlatih,” tambahnya. Pini juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin berhenti di kemenangan pertama saja.
Penggemar Berat Marc Marquez
Pini adalah penggemar berat Marc Marquez. Ia menyebut gaya membalap Marquez sebagai hal yang paling disukainya. “Saya selalu menjadi penggemar Marquez, dan saya masih sangat menyukainya,” ujarnya. Namun, Pini mengakui bahwa ia tidak terlalu mengikuti MotoGP sekarang karena sibuk dengan aktivitas di paddock. “Karena berada di paddock, mengikuti kategori lain hampir mustahil.”
Meski begitu, ia tetap mengagumi Marquez. “Dia (Marquez) adalah pembalap yang saya kagumi, saya sangat menyukai gaya balapnya, serta cara dia menghadapi akhir pekan secara umum.”
Menyukai Pembalap Italia Lain
Selain Marquez, Pini juga menyukai pembalap Italia seperti Marco Bezzecchi dan Francesco Bagnaia. “Ada begitu banyak pembalap tangguh di MotoGP, dan sebagai orang Italia, wajar jika saya sangat menyukai pembalap Italia,” katanya. Ia menilai Bezzecchi menjalani tahun yang luar biasa sejauh ini. “Dia memimpin setiap lap sepanjang tahun, yang sungguh luar biasa.”
Ia juga berharap agar Pecco Bagnaia bisa menemukan apa yang saat ini kurang darinya untuk kembali ke puncak. “Dan saya selalu berharap Pecco bisa menemukan apa yang saat ini kurang darinya untuk kembali ke puncak,” ujarnya.
Apresiasi dari Francesco Bagnaia
Pini, meskipun penggemar Marquez, mendapatkan apresiasi pertama dari Francesco Bagnaia. Rider jebolan akademi Valentino Rossi itu memberikan komentar kepada Pini ‘Grande’ dalam bahasa Italia yang artinya hebat. Pini kemudian mengakui bahwa Bagnaia mulai mengikuti akun Instagram pribadinya.
“Pecco membalas postingan saya di Instagram, dan saya sangat senang karenanya. Dia bahkan mulai mengikuti saya,” kata Pini. Ia menyebut bahwa hal-hal kecil seperti ini sangat berarti, terutama dari seorang pembalap MotoGP yang sudah memenangkan beberapa kejuaraan dunia bersama Ducati.
Impian untuk MotoGP
Terakhir, Pini memiliki cita-cita untuk mencapai level berkiprah di kelas utama MotoGP dan menjadi juara dunia. “Bisa berkompetisi di MotoGP dan melampaui itu, serta memenangkan kejuaraan dunia MotoGP, adalah impian terbesar,” pungkas Guido Pini.











