My WordPress Blog

Benda mirip meteor dan rudal di Lampung adalah sampah roket Tiongkok menurut ahli

Fenomena Benda Langit di Lampung: Bukan Meteor, Tapi Sampah Roket China

Banyak warga di Provinsi Lampung kaget dengan munculnya benda langit yang terlihat melintas di langit. Benda tersebut menimbulkan banyak spekulasi dan berbagai dugaan, mulai dari meteor hingga rudal. Namun, setelah analisis lebih lanjut, Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) menyatakan bahwa benda tersebut bukan fenomena alam seperti komet atau meteor.

Penjelasan dari OAIL

Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut kemungkinan besar adalah sampah satelit atau bagian dari roket yang tidak lagi beroperasi. “Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China,” katanya.

Annisa menambahkan bahwa gerakan benda tersebut berbeda dengan karakteristik komet atau hujan meteor yang biasanya memiliki jadwal periodik. “Kami menganalisis itu bukan dari komet karena dari gerakan ataupun lintasan bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecepatan benda yang terekam dalam video. “Kalau komet kemungkinannya sangat kecil sekali bisa pecah seperti itu dan gerakan di video terlihat agak lambat,” imbuhnya.

Viral di Media Sosial

Fenomena ini viral di media sosial, termasuk Facebook, Instagram, dan X. Banyak pengguna membagikan video dan foto tentang benda yang disebut mirip meteor atau rudal. Beberapa akun mengunggah pesan seperti:

“ADA YANG LIHAT JUGA GAK? BARUSAN BANGET!

Lagi santai depan rumah, tiba-tiba warga Lampung dikejutkan sama penampakan cahaya misterius di langit sekitar pukul 20.15 WIB malam ini. Bentuknya memanjang dan bergerak cepat, mirip banget sama ekor rudal atau meteor yang melintas di balik awan!”

Beberapa warga lainnya juga membagikan pengalaman mereka, termasuk Wanda, warga Desa Negeri Tua, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur. Ia menceritakan detik-detik saat dirinya menyaksikan benda tersebut melintas tepat di atas rumah. “Awalnya kaget karena ada suara dentuman. Setelah saya keluar rumah, saya makin kaget melihat ada benda langit itu.”

Suara Dentuman Keras

Menurut laporan dari Tribun Lampung, suara dentuman keras mendahului penampakan benda langit misterius yang melintas di langit di sejumlah wilayah Lampung. Fenomena tersebut terlihat jelas di langit wilayah Lampung Timur, Kota Metro, hingga Lampung Selatan, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kepanikan pun melanda sejumlah warga yang melihat benda langit misterius tersebut. Bahkan, ada warga yang mengira jika benda langit itu rudal yang nyasar.

Mengapa Sampah Antariksa Bisa Jatuh ke Bumi?

Fenomena jatuhnya benda buatan manusia dari luar angkasa bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Menurut peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, satelit atau sisa roket yang berada di orbit rendah terus mengalami hambatan atmosfer. “Dengan efek pengereman maka orbitnya makin lama makin rendah, dan akhirnya jatuh.”

Sampah antariksa didefinisikan sebagai bekas roket, pecahan material, atau satelit yang sudah tidak beroperasi. Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 20.000 kepingan sampah antariksa berukuran di atas 10 cm yang menyumbat orbit Bumi.

Ancaman dari Sampah Antariksa

Meskipun terlihat indah seperti kembang api saat terbakar di atmosfer, sampah antariksa menyimpan ancaman besar bagi misi ruang angkasa. Kecepatan objek di orbit Bumi bisa mencapai 25.200 km/jam, atau sepuluh kali kecepatan peluru.

Astronom Universitas Arizona, Vishnu Reddy, menyebutkan bahwa energi tumbukan sangat bergantung pada kecepatan. Kerri Cahoy, profesor dari MIT, menambahkan bahwa benda sekecil butiran cat atau fragmen seukuran kacang polong tetap bisa menyebabkan kerusakan fatal.

Fragmen kecil tersebut mampu meninggalkan penyok besar pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bahkan melumpuhkan sistem penerbangan penting. Dalam hukum internasional, negara pemilik sampah antariksa bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan di negara lain.




Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *