My WordPress Blog
Budaya  

Cara melaksanakan aqiqah anak laki-laki dan perempuan: doa, syarat hewan, waktu

Aqiqah: Ibadah Sunnah yang Penuh Makna dan Syukur

Aqiqah adalah salah satu bentuk ibadah sunnah muakkad yang dianjurkan dalam agama Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Biasanya, aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing atau domba. Selain itu, prosesi aqiqah juga melibatkan beberapa tahapan penting, seperti mencukur rambut bayi, memberi nama, serta membagikan daging kepada sesama.

Kehadiran buah hati dalam sebuah keluarga Muslim tidak hanya menjadi kebahagiaan, tetapi juga dianggap sebagai amanah besar. Oleh karena itu, penganut agama Islam sangat menganjurkan untuk merayakan kelahiran anak dengan berbagai bentuk ungkapan syukur, salah satunya melalui aqiqah. Dengan menyembelih hewan ternak, orang tua tidak hanya menjalankan sunnah yang ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memanjatkan doa dan harapan terbaik bagi masa depan anak mereka.

Dalil Tentang Anjuran Aqiqah

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Bersama seorang anak terdapat aqiqahnya maka sembelihlah binatang (aqiqah) darinya dan buanglah kotoran daripadanya (cukurlah rambutnya).” Hadis ini menunjukkan bahwa aqiqah merupakan bagian dari ritual yang harus dilakukan setelah kelahiran anak.

Selain itu, dalam riwayat lain, Nabi SAW juga menjelaskan jumlah hewan yang diperlukan untuk aqiqah. Dari Aisyah berkata: “Rasulullah SAW telah memerintahkan kami untuk menyembelih aqiqah dua ekor kambing untuk anak laki-laki, dan seekor kambing untuk anak perempuan.” Hal ini menunjukkan bahwa aqiqah memiliki aturan yang jelas dan bisa disesuaikan dengan jenis kelamin anak.

Hukum Aqiqah

Menurut pendapat para ulama, aqiqah termasuk dalam kategori ibadah yang dianjurkan (sunnah muakkad), bukan kewajiban. Meskipun ada pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah wajib, mayoritas ulama seperti Imam Malik dan Imam Syafi’i menyatakan bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkad. Aqiqah berlaku untuk anak laki-laki maupun perempuan dan sudah dipraktikkan sejak zaman Nabi, sahabat, hingga tabi’in.

Tidak seperti kurban, aqiqah tidak saling menggantikan. Keduanya memiliki tujuan dan makna yang berbeda dalam konteks keagamaan.

Doa Aqiqah

Doa aqiqah biasanya dibaca saat penyembelihan hewan. Berikut adalah contoh doa untuk anak laki-laki:

بِسْمِ اللهِ، اللهُ أَكْبَرُ، هَذِهِ عَقِيقَةٌ عَنْ فُلَانٍ بْنِ فُلَانٍ، لِلَّهِ تَعَالَى

Bismillāhi, Allāhu akbar, hādzihi ‘aqīqatun ‘an (nama anak) ibni (nama ayah), lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ini adalah aqiqah untuk (nama anak laki-laki) putra (nama ayah), karena Allah Ta‘ala.”

Sementara itu, doa untuk anak perempuan adalah:

بِسْمِ اللهِ، اللهُ أَكْبَرُ، هَذِهِ عَقِيقَةٌ عَنْ فُلَانَةٍ بِنْتِ فُلَانٍ، لِلَّهِ تَعَالَى

Bismillāhi, Allāhu akbar, hādzihi ‘aqīqatun ‘an (nama anak perempuan) binti (nama ayah), lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ini adalah aqiqah untuk (nama anak perempuan) putri (nama ayah), karena Allah Ta‘ala.”

Syarat Hewan Aqiqah

Meski tidak ada kriteria khusus untuk hewan yang akan disembelih, lebih baik memilih hewan yang sehat dan matang. Berdasarkan buku Risalah Aqiqah karya Anang Dony Irawan, berikut syarat hewan aqiqah yang baik:

  • Cukup umur, kambing berusia sekitar 6–12 bulan.
  • Ditandai gigi depan sudah tanggal dan kondisi fisiknya matang.
  • Boleh jantan atau betina, asalkan tidak dalam kondisi hamil atau sedang menyusui.
  • Sehat, tidak menderita penyakit kulit atau penyakit berbahaya lainnya.
  • Tidak cacat, seperti tidak pincang, tidak kehilangan telinga atau tanduk lebih dari sepertiga, tidak ompong seluruhnya, tidak terlalu kurus, dan tidak dalam kondisi stres saat akan disembelih.

Tata Cara Aqiqah

Tata cara pelaksanaan aqiqah dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Menyembelih hewan aqiqah

    Aqiqah dilaksanakan oleh orang yang menanggung nafkah anak, seperti orang tua atau wali. Saat menyembelih dianjurkan membaca doa, seperti: “Apabila engkau hendak menyembelih maka ucapkanlah dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ini adalah aqiqah si fulan.”

  2. Mencukur rambut bayi

    Dilakukan pada hari ketujuh dengan mencukur seluruh rambut bayi hingga habis. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap bayi laki-laki yang baru dilahirkan terikat dengan aqiqah yang disembelih pada hari ketujuh kelahirannya, pada hari itu rambutnya dicukur dan dia beri nama.”

  3. Memberi nama bayi

    Bayi dianjurkan diberi nama yang baik dan didoakan. Contohnya, dalam hadis disebutkan bahwa Nabi SAW memberi nama Ibrahim kepada anak Abu Musa.

  4. Pembagian daging aqiqah

    Daging aqiqah sebaiknya dimasak, lalu dibagikan kepada fakir miskin dan tetangga. Rasulullah SAW bersabda: “Dan janganlah dipatah-patahkan tulangnya, maka makanlah, hadiahkanlah dan sedekahkanlah.” Menurut jumhur ulama, lebih utama dibagikan dalam keadaan sudah dimasak daripada mentah.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *