My WordPress Blog
Budaya  

Tradisi HuaInd dari awal, defile jadi puncak perayaan Sekolah Kolese Santo Yusup

Tradisi Pesta Sekolah yang Menyentuh Hati dan Membentuk Karakter Siswa

Perayaan Hari Pesta Sekolah di Yayasan Sekolah Kolese Santo Yusup tidak hanya menjadi acara tahunan yang seremonial. Berbagai kegiatan dipersiapkan dengan penuh makna, mulai dari misa hingga defile yang digelar di halaman sekolah yang berada di Jalan Simpang Borobudur Kota Malang pada Rabu (25/3/2026). Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat akan nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter siswa.

Ketua Panitia 75 Tahun Kolese Santo Yusup, Maria Margaretha A.S.P, menjelaskan bahwa Hari Pesta Sekolah selalu diperingati setiap 19 Maret sebagai bentuk penghormatan kepada Santo Yusup, pelindung sekolah. “Sebagai umat, kami mengawalinya dengan misa syukur. Ini bentuk rasa terima kasih atas perjalanan panjang sekolah,” ujarnya.

Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan defile yang menjadi ciri khas perayaan. Tradisi ini bahkan telah berlangsung sejak era 1970-an dan tetap dipertahankan hingga kini. Menurutnya, defile bukan sekadar baris-berbaris. Di dalamnya terkandung nilai kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, hingga ketaatan. “Kalau tidak kompak, pasti terlihat. Di situlah anak-anak belajar memimpin dan bekerja sama,” jelasnya.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan para alumni lintas generasi. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Kolese Santo Yusup. “Setiap ditanya alumni, yang selalu mereka ingat adalah defile. Artinya kegiatan ini punya kesan mendalam,” tambahnya.

Para siswa cukup antusias meskipun harus berlatih di bawah terik matahari. Pengalaman tampil dalam defile justru meninggalkan kebahagiaan tersendiri. “Setelah dijalani, mereka merasa senang dan bangga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Pesta Sekolah, Margaretha Tri Astuti, menuturkan bahwa perayaan tahun ini digelar pada 25 Maret, menyesuaikan dengan jadwal libur nasional. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa TK hingga SMA, alumni, paguyuban, hingga guru dan karyawan purnabakti. Rangkaian acara dimulai dari misa, dilanjutkan defile, hingga ramah tamah bersama para guru dan karyawan yang telah purna tugas.

“Defile ini menjadi puncak acara. Di sini siswa menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada guru dan karyawan yang telah mendidik mereka,” ujarnya. Sebanyak 10 kelompok dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian dalam defile. Dimulai oleh kakak tertua yaitu SMAK Kolese Santo Yusup, setiap kelompok menampilkan rangkaian cerita perjalanan sekolah, mulai dari awal berdiri hingga perkembangannya saat ini.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai penting kepada siswa. “Ada nilai ketaatan, kejujuran, dan kedisiplinan yang kami tampilkan. Ini bukan hanya untuk siswa, tapi untuk seluruh warga sekolah agar semakin solid,” jelasnya.

Di balik kemeriahan tradisi tersebut, sekolah di bawah naungan Yayasan Kolese Santo Yusup juga terus beradaptasi dalam bidang pendidikan. Salah satunya dengan menerapkan Kurikulum Merdeka di semua jenjang khususnya SMAK Kosayu dengan mata pelajaran wajib dan pilihan yang beragam.

Maria Margaretha menjelaskan, sistem pembelajaran kini tidak lagi menggunakan penjurusan IPA dan IPS, melainkan berbasis peminatan sesuai minat dan bakat siswa. “Para murid SMAK Kosayu bebas memilih mata pelajaran sesuai cita-citanya. Misalnya ingin jadi dokter, maka fokus ke kimia dan biologi,” jelasnya.

Bahkan, murid juga didorong menyiapkan alternatif pilihan karier. Jika tidak sesuai rencana awal, mereka sudah memiliki opsi lain yang relevan. “Misalnya cadangan ke bidang bisnis, maka bisa ambil ekonomi atau sosiologi,” lanjutnya.

Untuk membantu siswa mengenali potensi diri, sekolah menggelar berbagai pendekatan, mulai dari tes psikologi, laporan perkembangan bulanan, hingga expo karier yang menghadirkan alumni. Menurutnya, Kolese Santo Yusup tidak hanya menjaga warisan nilai tradisi, tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. “Alumni berbagi pengalaman studi dan pekerjaan. Kami juga undang perguruan tinggi untuk memberi wawasan agar siswa semakin mantap menentukan jurusan,” tandasnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *