Antusiasme Warga Membanjiri Gebyar Semarak Ketupat di Bulango Selatan
Gebyar Semarak Ketupat di Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme yang luar biasa. Acara ini digelar pada Sabtu (28/3/2026) dan berhasil menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Area acara terlihat penuh sesak sejak siang hari, dengan masyarakat berjejer di sepanjang pagar bambu yang dipasang panitia sebagai pembatas arena.
Banyak warga rela duduk di tanah atau mencari posisi yang lebih tinggi untuk menyaksikan jalannya lomba. Mereka juga berteduh di bawah baliho yang dipasang di sekitar lokasi. Suasana ini menunjukkan betapa kuatnya tradisi Lebaran Ketupat di tengah masyarakat setempat. Bahkan, beberapa pengunjung memilih untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka, sementara lainnya fokus mengikuti setiap perlombaan yang berlangsung.
Tenda-tenda sponsor yang berdiri di sekitar lokasi juga dipenuhi pengunjung. Warna merah yang mencolok dari tenda menjadi penanda pusat keramaian, sekaligus tempat warga berkumpul dan beristirahat sejenak dari kepadatan area utama. Sorak sorai penonton sesekali pecah, terutama saat lomba berlangsung.
Suasana semakin hidup ketika peserta berusaha menaklukkan tantangan seperti jembatan bambu dan permainan lari karung emak-emak yang mengundang gelak tawa penonton. Berbagai jenis lomba disiapkan oleh panitia untuk memeriahkan acara. Total terdapat sekitar 16 jenis lomba yang dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Untuk anak-anak, panitia menghadirkan permainan sederhana seperti tarik benang berhadiah dan berbagai games ringan. Sementara untuk ibu-ibu, terdapat lomba unik seperti cukur kelapa dan make up pasangan. Adapun untuk peserta laki-laki, lomba yang disiapkan cukup menantang, di antaranya panjat pinang, boxer air, hingga permainan jalan bambu.
Ketua panitia, Sri Aprilia Mayang, mengaku tidak menyangka jumlah pengunjung akan membludak seperti ini. Ia menyebut lonjakan ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi Lebaran Ketupat. “Alhamdulillah, tahun ini jauh lebih ramai dari yang kami perkirakan. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan masyarakat masih sangat kuat, apalagi dalam tradisi seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan dua desa yaitu Desa Sejahtera dan Desa Lamahu dalam kegiatan ini menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pengunjung. Selain itu, dukungan sponsor dan variasi lomba juga turut menarik minat warga. “Memang dari awal kami ingin membuat kegiatan ini lebih meriah. Dengan adanya banyak lomba dan dukungan berbagai pihak, masyarakat jadi lebih tertarik untuk datang dan berpartisipasi,” tambahnya.
Sejak dimulai pada siang hari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Panitia terlihat sigap mengatur jalannya acara di tengah padatnya pengunjung. Pemuda dari Karang Taruna dan remaja masjid turut aktif membantu mengarahkan warga serta menjaga ketertiban. Area yang sebelumnya hanya berupa lapangan sederhana kini berubah menjadi pusat keramaian.
Jalur bambu yang disiapkan untuk lomba dipenuhi peserta, sementara sisi-sisi lapangan dipadati penonton tanpa celah. Bahkan, beberapa warga terlihat berdiri berlapis di belakang barisan depan karena keterbatasan ruang. Kondisi ini semakin menegaskan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Sri Aprilia Mayang menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, semuanya dilakukan secara gotong royong. “Dari awal kami sudah komitmen bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga ajang mempererat kebersamaan,” katanya.
Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita namun kegiatan doa sudah dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan panitia inti, tetapi juga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dan remaja masjid dari dua desa.
Terakhir Ia juga berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang ada. “Harapannya ke depan bisa lebih baik lagi, lebih kreatif, dan tetap melibatkan generasi muda supaya mereka juga belajar berorganisasi dan menjaga tradisi,” pungkasnya.
Dengan membludaknya jumlah pengunjung dan semaraknya suasana, Gebyar Semarak Ketupat tahun ini menjadi salah satu perayaan paling meriah di Bulango Selatan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











