Keinginan Terakhir Vidi Aldiano Diteruskan oleh Sahabat
Keinginan terakhir Vidi Aldiano sebelum meninggal dunia akhirnya diwujudkan oleh para sahabatnya. Salah satu keinginan tersebut adalah membangun sumur air bersih di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Vidi merasa prihatin dengan kondisi warga di daerah tersebut yang sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau.
Para sahabat Vidi kini menjadi penggerak utama dalam merealisasikan rencana ini. Mereka berkomitmen untuk mewujudkan niat baik yang sempat direncanakan semasa hidupnya. Inisiatif ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga upaya meneruskan warisan kebaikan dari Vidi.
Ayah Vidi, Harry Kiss, menyampaikan rasa haru melihat perhatian dan solidaritas yang ditunjukkan oleh para sahabat putranya. Ia menilai langkah ini sebagai amal jariyah yang diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Menurut Harry, gagasan pembangunan sumur ini sebenarnya sudah pernah dibicarakan Vidi bersama sang ibu. Keinginan itu muncul dari kepedulian Vidi terhadap kondisi warga di daerah yang kerap mengalami kesulitan air bersih.
Gunung Kidul dikenal sebagai wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Karena itu, akses terhadap sumber air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat setempat. Para sahabat Vidi pun kini mengambil peran penting sebagai penggerak utama dalam merealisasikan rencana tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga sekaligus menjadi warisan kebaikan yang terus dikenang.
Proses Pembangunan Sumur yang Tidak Mudah
Sumur yang dibangun ini bukanlah sumur biasa. Karena kondisi geografis yang menantang, proses pengeborannya harus menembus kedalaman yang fantastis. “Membuat sumur di sana (Gunung Kidul) itu nggak murah dan nggak gampang,” tutur Harry.
“Kalau di Jakarta 10 meter saja mungkin sudah keluar air, kalau di sana harus sampai 100 meter dalamnya. Makanya saya terima kasih sekali sama teman-teman Vidi yang mewujudkan ini,” lanjutnya.
Harry juga mengungkapkan bahwa waktu itu Vidi sudah memberitahu kepada istri dan ayahnya tentang keinginannya untuk membuat sumur. Ia menjelaskan bahwa di Gunung Kidul, saat musim kering, akses air sangat terbatas. Oleh karena itu, keinginan Vidi untuk membangun sumur ini dianggap sebagai langkah yang sangat penting dan bermanfaat.
Kebaikan Sahabat Vidi Tidak Berhenti di Sumur Saja
Ternyata, kebaikan para sahabat Vidi tidak berhenti di sumur air bersih saja. Harry Kiss juga menyebutkan ada gerakan lain yang tak kalah mulia, yakni pembangunan masjid di kawasan Cisarua, Bogor.
Para sahabat dekat Vidi menjadi motor penggerak aksi-aksi sosial ini. Harry melihat fenomena ini sebagai bentuk “perlombaan” dalam kebaikan demi menyenangkan Vidi yang kini sudah berpulang. “Teman-temannya Vidi ini lagi berlomba-lomba membuat sesuatu untuk menyenangkan Vidi,” tutur mertua Sheila Dara.
Ada yang melakukan donasi untuk membangun masjid di Cisarua, ada yang membantu membangun sumur. Alhamdulillah, Vidi dikenal sebagai orang baik sampai sekarang.
Perjalanan Kesehatan Vidi Aldiano
Sebagai informasi, Vidi Aldiano pertama kali mengejutkan publik pada Desember 2019 saat ia mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 3. Kanker tersebut menyerang ginjal bagian kirinya. Tak lama setelah diagnosis, ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di sebuah rumah sakit di Singapura.
Pasca-operasi, Vidi sempat dinyatakan pulih namun harus menjalani gaya hidup dengan satu ginjal. Pada akhir tahun 2023, Vidi secara terbuka membagikan kabar bahwa sel kankernya telah menyebar (metastasis) ke beberapa titik di tubuhnya. Sejak saat itu, ia harus menjalani perawatan rutin secara intensif.
Namun sayang, pada Jumat (7/3/2026) Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya dikelilingi keluarga tercinta. Jenazah pelantun lagu “Status Palsu” itu kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan keesokan harinya.











