Bupati Gorontalo Utara Beri Kuliah Kepada Mahasiswa KKS-T
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memberikan materi kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) yang diadakan di Aula Rektorat lantai 4 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 09.00 Wita. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, para wakil rektor, dosen, panitia pelaksana, serta mahasiswa peserta KKS-T.
Thariq Modanggu menyampaikan beberapa hal terkait dinamika selama pelaksanaan program KKS-T. Salah satu isu yang muncul adalah kritik dari mahasiswa yang sempat muncul di media. Menurutnya, kritik adalah bagian dari tradisi akademik dan bisa menjadi alat untuk membangun suatu perubahan.
“Begitu baru mulai KKST, tiba-tiba ada statement di koran. Saya dikirim juga ini ada mahasiswa KKN yang bahas statement di media. Sebetulnya tidak apa-apa melakukan kritik terhadap itu,” ujarnya.
Ia menilai bahwa dinamika tersebut justru berakhir dengan capaian positif dari mahasiswa yang menjalankan program pengabdian di masyarakat. Contohnya adalah keberhasilan mereka dalam menanam 500 pohon sebagai bentuk kontribusi nyata.
“Saya lihat di akhirnya itu dibayar lunas dengan prestasi 500 pohon. Itu blessing in disguise. Jadi memang banyak hal dalam hidup ini yang problem-problem yang terjadi tapi akhirnya menemukan solusinya,” katanya.
Sinergi Dalam Pembangunan Daerah
Thariq Modanggu menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai program pemerintah tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya kerja sama antara berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
“Kalau di pemerintah daerah visinya bercahaya. Bercahaya itu pertama berdaya sinergi. Jadi kita hanya bisa melakukan berbagai kegiatan kalau ada sinergitas,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan catatan terkait permintaan bantuan dari mahasiswa kepada pemerintah daerah. Ia mengakui bahwa tidak semua permohonan dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran daerah. Namun, tujuan utama dari kegiatan KKS-T bukanlah sekadar mendapatkan bantuan dari pemerintah, melainkan pengalaman dan kontribusi mahasiswa dalam masyarakat.
“Bagi saya, keluar atau tidak keluar bantuan itu bukan target. Targetnya adalah bahwa saudara mahasiswa ini menemukan sesuatu, melakukan sesuatu dengan model sinergi dan terintegrasi,” katanya.
Kehadiran Bupati dalam Kampus
Pada hari yang sama, Thariq Modanggu memiliki beberapa agenda penting yang seharusnya ia hadiri. Namun, ia memilih untuk hadir dalam kegiatan di kampus tersebut. Menurutnya, kehadirannya bukan hanya untuk memenuhi undangan, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan emosional dengan lembaga pendidikan tersebut.
“Saya memilih ke IAIN ini karena bagi saya kehadiran di kampus ini yang pertama adalah bentuk kerinduan saya, karena saya besar dan dibesarkan oleh lembaga ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebut kunjungannya sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah sebagai seorang akademisi yang kini berkiprah di dunia politik.
“Kehadiran saya di tempat ini juga adalah satu pertanggungjawaban ilmiah, pertanggungjawaban intelektual atas seorang dosen yang berkiprah di politik lalu apa yang dilakukan untuk daerah dan masyarakat,” katanya.
Program Pembangunan Daerah
Thariq Modanggu juga menyampaikan beberapa program pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Salah satunya adalah Gerakan Agro Mopomulo yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan pertanian.
“Di badan saya ini ada semua program daerah. Salah satunya yang ada di sini, GAM, Gerakan Agro Mopomulo, ini yang ditanam oleh teman-teman sekalian,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan program penguatan kelembagaan keagamaan yang bertujuan mengoptimalkan peran masjid dan gereja di tengah masyarakat.
“Ada PKS-MG, ini penataan kelembagaan dan semarak masjid gereja. Yang dulu kita kritik bahwa masjid hanya tempat ibadah. Sekarang karena jadi bupati bukan cuma kritik, tapi bikin kebijakan dan programnya,” jelasnya.
Masjid sebagai Pusat Data Sosial
Thariq mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah mengembangkan program percontohan yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat. Ke depan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat data sosial masyarakat.
“Dengan anggaran terbatas, saya bikin sekarang pilot project di masjid Molingkapoto. Nanti model pendataan kita kasih bantuan komputer supaya visinya ada di masjid,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, berbagai data masyarakat akan dihimpun secara terintegrasi di lingkungan masjid. Data seperti muzaki, mustahak, kemampuan baca tulis jamaah, dan data ekonomi masyarakat akan tersimpan di masjid.
“Ke depan intervensi UMKM saya akan pakai data masjid, bukan data dinas. Karena kalau di masjid agak susah berbohong, artinya pertanggungjawaban di hadapan Tuhan,” katanya.
Thariq berharap dapat membuat kerja sama dengan kampus IAIN Gorontalo sebagai bentuk konkret dari program yang direncanakan. Ia berharap mahasiswa menjadi perwujudan nyata untuk membawa solusi di tengah masyarakat.
“Saya berharap dan berdoa apa yang dilakukan mahasiswa outcame bagi masyarakat Gorontalo juga akan besar yaitu menjadi sarana promosi untuk IAIN. Kami juga tentu berharap kegiatan mahasiswa bisa mempengaruhi publik dan orang tua,” tandasnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











