Komentar dan Penjelasan Sekda Sidoarjo Terkait Acara Bukber Mewah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengungkapkan permintaan maafnya setelah acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar pihak Pemkab Sidoarjo viral di media sosial. Acara tersebut dilaksanakan dengan konsep ala Bollywood, yang menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.
Fenny menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara tersebut adalah untuk memperkuat silaturahmi antara para pejabat dan masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan. Ia juga menegaskan bahwa biaya pelaksanaan acara tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak ada dana daerah yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
Momentum buka puasa bersama sering kali dianggap sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Namun, baru-baru ini, publik dihebohkan oleh acara bukber yang dinilai terlalu mewah. Acara tersebut diselenggarakan di Mahabarata Palace Graha Unesa, Kota Surabaya, pada Jumat (6/3/2026). Hadir dalam acara tersebut adalah para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran camat, yang kemudian menjadi perhatian masyarakat luas.
Reaksi Publik dan Pertanyaan Etika Kepemimpinan
Banyak masyarakat menganggap acara tersebut tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang dialami oleh sebagian besar warga Sidoarjo. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang etika kepemimpinan, sensitivitas sosial, serta pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat.
Fenny Apridawati menyadari bahwa publikasi acara tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia juga menyadari bahwa acara tersebut dianggap kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sidoarjo,” ujarnya. “Kami menyadari bahwa sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan warga.”
Tujuan Acara dan Komitmen Pemkab Sidoarjo
Fenny menjelaskan bahwa acara bukber tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan untuk memperkuat percepatan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK), yang bertujuan untuk perbaikan jalan di Sidoarjo dan persiapan distribusi beras SPHP.
Ia menegaskan kembali bahwa biaya acara tidak berasal dari APBD. “Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD dan sejatinya acara itu merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan.”
Fenny melanjutkan bahwa kritik dari masyarakat akan dijadikan pengingat bagi seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap keputusan maupun aktivitas yang diambil.
Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen untuk tetap fokus pada kerja nyata, terutama penyelesaian infrastruktur jalan. “Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami. Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo,” katanya.
Profil Singkat Fenny Apridawati
Fenny Apridawati merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpangkat Pembina Utama Madya. Pangkat ini termasuk dalam golongan IV (Pembina) tertinggi, ditandai dengan bintang dua berwarna emas, serta setara dengan Inspektur Jenderal Polisi.
Ia diangkat menjadi ASN pada Maret 1991. Sebelum menjabat sebagai Sekda Sidoarjo, Fenny pernah menjabat beberapa instansi strategis, seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Fenny lahir pada 13 April 1968, sehingga usianya menginjak 58 tahun. Ia lulus dari Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 2008.
Rekam jejak karier Fenny mencakup jabatan-jabatan penting, seperti:
* Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, periode 2022-2024
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, yang menangani dinamika industri dan ketenagakerjaan, periode 2019-2022
Fenny Apridawati menjadi salah satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dengan nilai terbaik seleksi JPTP Sekda Sidoarjo, pada November 2023
* Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











