My WordPress Blog

Sekolah Putri di Iran Dihancurkan Rudal Berulang Kali, Ungkap Foto Satelit



Peringatan: Artikel ini mengandung detail yang mungkin mengganggu sebagian pembaca.

Analisis citra satelit menunjukkan adanya serangan dan kerusakan pada bangunan di sekitar sebuah sekolah di wilayah selatan Iran. Temuan ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut pernah dihantam beberapa kali dalam serangan yang menyebabkan 168 korban jiwa, menurut laporan pemerintah Iran.

Video dan citra satelit yang telah diverifikasi menunjukkan kerusakan yang luas di Sekolah Dasar Shajareh Tayebeh di Minab serta kompleks Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berdekatan. Menurut pakar amunisi N R Jenzen Jones, daerah tersebut “dihantam oleh beberapa serangan simultan atau hampir simultan”.

Dalam gambar, dua bangunan rusak terlihat jelas: satu bangunan rata dengan tanah di dalam pangkalan IRGC dan bangunan sekolah yang sebagian runtuh. Rekaman dari dampak langsung serangan menunjukkan keluarga berteriak dan orang-orang mencari korban di reruntuhan. Dalam beberapa video, tampak orang-orang mengangkat tas sekolah dan buku anak-anak ke arah kamera.

Tiga hari setelah insiden, rekaman udara memperlihatkan setidaknya 100 kuburan yang ditandai atau baru digali dalam kondisi rapi. Pihak berwenang Iran menyalahkan AS dan Israel atas serangan tersebut, namun kedua negara tersebut belum mengakui tanggung jawab. Israel menyatakan tidak mengetahui adanya operasi di daerah tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump menuding Iran sebagai pelaku serangan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington masih menyelidiki insiden tersebut dan bahwa mereka “tidak akan pernah menargetkan sasaran sipil”. Namun, pemadaman internet yang sedang berlangsung di Iran membuat verifikasi independen menjadi lebih sulit.

Apa yang kita ketahui tentang insiden tersebut?

Menurut aparat Iran, serangan terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat. BBC Verify telah mengonfirmasi rekaman yang diunggah ke media sosial pada pagi hari Sabtu (28/02). Di Iran, hari kerja berlangsung dari Sabtu hingga Kamis. Dalam salah satu video, seorang pria merekam sambil berlari memasuki halaman sekolah yang terletak di timur laut markas IRGC.

Terlihat papan nama di atas pintu masuk, dengan huruf awal yang sesuai dengan kata “sekolah dasar” dalam bahasa Persia. Dari dalam halaman sekolah, terlihat empat kepulan asap hitam. Dua kepulan lebih kecil keluar dari jendela lantai atas gedung utama. Dinding sekolah yang dihiasi mural anak-anak dan aksara Persia memisahkan halaman sekolah dari markas IRGC.

Dalam rekaman lain yang diambil dari kendaraan bergerak di sisi selatan kompleks IRGC, tampak papan penanda pintu masuk. Ada dua logo IRGC yang terlihat di gerbang menuju “Korps Pendidikan dan Kebudayaan Seyed al-Shohada” serta sebuah klinik medis, yang menurut laporan media Iran merupakan milik angkatan laut IRGC.

Sedikitnya tiga kolom asap hitam terlihat dalam rekaman: dua dekat pintu masuk markas, dan satu lagi lebih jauh di belakang klinik medis. Lokasi kepulan asap dalam video yang telah diverifikasi sesuai dengan titik kerusakan yang tampak pada citra satelit.



Rekaman video yang diambil belakangan menunjukkan kerusakan parah pada bangunan sekolah pada hari itu. Para petugas layanan darurat mencari korban meninggal atau luka-luka di antara reruntuhan, sementara keluarga yang berduka menanti dalam kecemasan di sekitar halaman, beberapa di antaranya meratap.

Sebuah video yang tersebar luas dan terlacak lokasinya di sekolah tersebut menunjukkan tim penyelamat di tempat kejadian menemukan lengan seorang anak yang terputus di bawah reruntuhan. Buku-buku sekolah dan ransel berlumuran darah juga terlihat di antara puing-puing.

Apa yang diperlihatkan citra satelit?

Tanpa akses ke lebih banyak rekaman di lapangan atau kesaksian langsung, citra satelit menjadi kunci untuk memahami apa yang terjadi. Citra satelit yang diambil Planet Labs pada 4 Maret—empat hari setelah insiden—menunjukkan kerusakan yang lebih luas dibandingkan yang sebelumnya terkonfirmasi lewat video.

Sejumlah bangunan di kawasan tersebut tampak hancur sebagian atau seluruhnya. BBC Verify mengidentifikasi sedikitnya lima bangunan dengan kawah dan bekas hangus hitam yang jelas terlihat—menandakan adanya beberapa kali serangan.



“Begitu banyaknya [lokasi yang terdampak] yang berdekatan (secara relatif) menunjukkan bahwa ada satu atau lebih target yang berdekatan satu sama lain,” kata analis citra satelit, Jamon Van den Hoek dari Oregon State University.

“[Sepertinya] serangan itu disengaja untuk menghantam area tersebut,” katanya, seraya menambahkan “tetapi kita tidak tahu apa yang mereka maksudkan untuk diserang.” Oz Smith, analis senior dari McKenzie Intelligence Services mengatakan kepada BBC Verify bahwa kawah di lantai dasar gedung sekolah dua lantai tersebut menunjukkan bahwa amunisi khusus mungkin telah digunakan untuk “menembus ke lantai bawah”.

Apakah sekolah tersebut terpisah dari markas IRGC?

Gedung sekolah tersebut terletak di dekat markas IRGC. Citra satelit dari tahun 2013 tampaknya menunjukkan bahwa gedung sekolah tersebut merupakan bagian dari kompleks yang sama, sebelum sebuah tembok memisahkannya pada 2016.



Siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu?

Iran mengatakan serangan itu dilakukan oleh AS dan Israel. Namun, baik Israel maupun AS belum mengaku bertanggung jawab atas kerusakan pada sekolah tersebut. Israel mengatakan pihaknya “tidak mengetahui” adanya operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di daerah tersebut, tetapi mengatakan kepada BBC Verify bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Pada Sabtu (07/03), Presiden AS, Donald Trump, ditanya apakah AS bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri dekat salah satu markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia berkilah: “Tidak, menurut saya, berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran.”

Seorang reporter kemudian bertanya kepada Menteri Pertahanan AS, Pete Hesgeth, apakah hal itu benar. Ia menjawab: “Kami sedang menyelidiki, tetapi satu satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran.” Trump menegaskan kembali: “Kami pikir itu dilakukan oleh Iran… Mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan amunisi mereka. Mereka sama sekali tidak memiliki akurasi. Itu dilakukan oleh Iran.”

Sebelumnya, pada Rabu (04/03), Pete Hegseth, mengatakan kepada BBC bahwa AS masih menyelidiki insiden tersebut. “Tentu saja kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil, tetapi kami sedang menyelidiki hal itu,” tambahnya.

Selama konferensi pers, sebuah peta ilustratif diperlihatkan tentang “100 jam pertama” perang AS-Israel dengan Iran, yang menandai lokasi serangan dan pertahanan udara Iran di sepanjang pantai selatan Iran, yang mencakup daerah Minab.



Tanpa rekaman lebih lanjut dari sisa-sisa amunisi, tidak mungkin untuk mengidentifikasi dengan jelas siapa yang bertanggung jawab. Sebuah video yang tersebar luas di media sosial memunculkan klaim bahwa ledakan itu disebabkan oleh rudal yang gagal ditembakkan oleh IRGC. Namun, kami menemukan gambar tersebut berasal dari insiden yang tidak terkait di Zanjan, lebih dari 1.000 kilometer dari Minab.

“Tidak mungkin kerusakan ledakan dahsyat yang terlihat di sini disebabkan oleh rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile) Iran, yang membawa hulu ledak peledak yang relatif kecil,” kata direktur Armament Research Services, Jenzen Jones.

Siapa saja yang terbunuh?

Para pejabat Iran mengatakan sebagian besar dari 168 orang yang tewas adalah anak-anak. BBC Verify belum dapat memverifikasi rincian tersebut secara independen melalui rekaman yang tersedia dari insiden tersebut. Juga tidak jelas apakah ada anggota IRGC yang tewas, atau siapa yang mungkin beroperasi di sana.

Sekolah itu sendiri memiliki total 264 murid, menurut Kementerian Pendidikan Iran. Daftar tulisan tangan yang diterbitkan oleh media Iran menunjukkan nama 56 orang yang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, beserta tanggal lahir mereka. Sebanyak 48 dari nama-nama ini berusia antara enam dan 11 tahun. BBC Verify belum dapat memverifikasi detail ini secara independen. Namun, setidaknya tiga nama dalam daftar tersebut muncul dalam video lain di mana peti mati diberi label dengan nama yang sama. Foto-foto juga menunjukkan apa yang tampak seperti tiga anak di dalam kantong jenazah.



Kantor Berita Hak Asasi Manusia (Hrana) yang berbasis di AS sejauh ini telah mendokumentasikan kematian 1.114 warga sipil Iran sejak awal perang, termasuk 183 anak-anak. Beberapa hari kemudian, rekaman ribuan orang yang berbaris di jalanan untuk mengikuti proses pemakaman disiarkan oleh media pemerintah Iran. Terlihat para pria membawa peti mati—beberapa di antaranya berukuran anak-anak —dengan bendera Republik Islam yang diselubungkan di atasnya. Kerumunan perempuan juga memegang foto-foto anak laki-laki dan perempuan.

Kantor berita semi-resmi Tasnim, yang berafiliasi dengan IRGC, menerbitkan sebuah foto dan mengatakan 14 guru sekolah telah tewas dalam serangan itu. Laporan tambahan oleh Paul Brown.



Foto-foto pemakaman para siswi dan staf yang tewas akibat serangan AS-Israel di Iran

‘Jika kami tidak terbunuh, kami akan tetap di sini’ – Nasib warga Iran di tengah serangan AS-Israel

Israel serang sejumlah depo BBM di Teheran – ‘Malam berubah menjadi siang’

Apa tujuan AS-Israel menyerang Iran?

Apakah negara-negara Teluk akan membalas serangan Iran dan bakal terseret dalam perang?

‘Korban pertama perang ini adalah 40 anak di Minab’ – Respons warga Iran atas serangan AS-Israel

AS-Israel serang Iran, di mana Rusia dan China?

Apa yang terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak global?

‘Ini bukan Dubai yang kami kenal’ – Kesaksian warga dan para turis saat Iran menyerang Uni Emirat Arab

‘Jika kami tidak terbunuh, kami akan tetap di sini’ – Nasib warga Iran di tengah serangan AS-Israel

Foto-foto pemakaman para siswi dan staf yang tewas akibat serangan AS-Israel di Iran

Apakah negara-negara Teluk akan membalas serangan Iran dan bakal terseret dalam perang?

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *