Kritik Trump terhadap Spanyol dan Reaksi Pemerintah
Pada Selasa (03/03) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Trump melontarkan kritik keras terhadap Spanyol. Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa “Spanyol sudah bertingkah sangat buruk,” dan menegaskan bahwa “kami akan memutus semua perdagangan” dengan negara anggota Uni Eropa tersebut.
Alasan dari kritik ini adalah karena Spanyol sejak awal menentang serangan terhadap Iran dan menolak mengizinkan pangkalan militer negaranya digunakan AS untuk menyerang negeri Mu. Perdana Menteri Sosialis Spanyol Pedro Sánchez mengecam serangan udara AS dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran besar terhadap hukum internasional. Pemerintahnya kemudian melarang AS menggunakan dua pangkalan militer yang dioperasikan bersama di Andalusia, Spanyol selatan, untuk melancarkan perang terhadap Iran.
Tidak lama setelah pernyataan Trump, Sánchez mempublikasikan pesan video yang menegaskan kembali sikap anti-perangnya. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan bahwa “kami mengatakan tidak pada pelanggaran hukum internasional, yang melindungi kita semua, terutama warga sipil.” Ia juga menambahkan bahwa siapa pun yang bertindak seperti AS sedang “bermain roulette Rusia dengan nasib jutaan orang.”
Dukungan Publik untuk Perdana Menteri Spanyol
Kata-kata keras sang perdana menteri tampaknya mendapat sambutan dari banyak warga negaranya. Gladys Gbegnedji, seorang manajer proyek dari Madrid, mengatakan kepada DW bahwa “pemerintah kami hanya konsisten dengan kebijakan luar negerinya — kita tidak seharusnya hanya tunduk pada AS.” Francisco Huesa, seorang guru dari Sevilla, juga mendukung pemerintahnya. Ia mengatakan kepada DW bahwa ia tidak khawatir akan konsekuensi negatif dari perselisihan ini.
Huesa menanyakan, “Bagaimana mungkin negara-negara Eropa yang menyebut diri mereka demokratis justru mendukung serangan yang melanggar hukum internasional?” Ia juga menyatakan kekecewaan terhadap peran Jerman dalam konflik saat ini. Huesa dan banyak warga Spanyol lain yang menyaksikan kemarahan Trump tidak bisa tidak menyadari bahwa tamunya, Kanselir Merz, tidak membela Spanyol sama sekali. Sebaliknya, Merz meyakinkan Trump bahwa Spanyol akan diyakinkan untuk memberikan lebih banyak dana kepada NATO di masa depan.
Baru setelah pertemuan itu Merz mengatakan kepada wartawan bahwa Uni Eropa akan bereaksi terhadap setiap tindakan hukuman AS terhadap Spanyol. Hal ini mendorong Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares untuk mengkritik pemimpin Jerman tersebut dengan mengatakan: “Selama kami berada di pemerintahan, kami telah melihat tiga kanselir Jerman: Angela Merkel, Olaf Scholz, dan sekarang Merz — dan di bawah Merkel serta Scholz, ada semangat yang jelas pro-Eropa.”
Apakah Perang Ini akan Memecah Eropa?
Ilmuwan politik Spanyol Rafael Calduch Cervera khawatir bahwa perang Iran memperdalam perpecahan di dalam Uni Eropa. Namun, ia juga mengkritik Perdana Menteri Sánchez. Menurut Cervera, Sánchez berada di bawah tekanan domestik dari mitra koalisi sayap kirinya, sehingga ia menggunakan retorika kebijakan luar negeri yang sangat keras. Cervera menilai retorika ini sebenarnya ditujukan kepada publik Spanyol di dalam negeri, tetapi juga membuat Spanyol berada dalam posisi yang canggung di panggung global.
Meski demikian, Cervera tidak memperkirakan hubungan ekonomi antara Spanyol dan AS akan terputus, meskipun ada ancaman dari Trump. “Kebijakan perdagangan adalah tanggung jawab Uni Eropa dan bukan urusan pemerintah nasional,” pungkas Cervera kepada DW. Karena itu, setiap tindakan hukuman kemungkinan akan memicu langkah balasan dari Eropa, yang tentu saja diketahui oleh AS. Itulah sebabnya Cervera menganggap ancaman Trump terhadap Spanyol sebagai sebuah “peringatan serius,” tetapi ia tidak memperkirakan hubungan kedua pihak akan memburuk lebih jauh.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











