Perjalanan Ramadan yang Penuh Makna dan Pembelajaran
Ramadan telah berjalan selama 20 hari dengan penuh ketakwaan dan pembelajaran. Bulan yang mulia ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah, seperti puasa, shalat, dan membaca Al-Quran.
Salah satu malam yang paling istimewa dalam bulan Ramadan adalah Lailatul Qadar. Malam ini dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam hadis disebutkan bahwa ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril pada malam tersebut. Oleh karena itu, Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam.
Malam Lailatul Qadar dianggap sebagai malam yang penuh kemuliaan, indah, dan lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam akan mendapatkan pahala ibadah selama seribu bulan apabila mengerjakan ibadah pada malam tersebut. Menurut sebagian ulama, Lailatul Qadar biasanya jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Surah Al-Qadr: Penjelasan tentang Lailatul Qadar
Surah Al-Qadr (QS. 97) adalah surah yang menjelaskan tentang Lailatul Qadar. Dalam kelima ayatnya, dijelaskan bahwa lailatul qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan.
Berikut bacaan Surah Al-Qadr ayat 1-5 beserta terjemahannya:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr wa mā adrāka mā lailatul-qadr lailatul-qadri khairum min alfi syahr tanazzalul-malāikatu war-rụḥu fīhā biiżni rabbihim, ming kulli amr salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”
Doa-Doa yang Perlu Dibaca Saat Lailatul Qadar
Selain melakukan ibadah, umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa pada malam Lailatul Qadar. Berikut beberapa doa yang perlu dibaca:
-
Doa agar Dosa Diampuni tanpa Bekas dan Dampaknya
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf (menghapus kesalahan), karenanya maafkanlah aku (hapuslah dosa-dosaku).” -
Doa agar Dipertemuka dengan Pasangan Hidup yang Terbaik
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama.
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” -
Doa agar Semua Utusan Hidup Dimudahkan dan Dilancarakan
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha hidup dan mengurus segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon, perbaguslah dan perbaikilah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan aku pada diri sendiri walau sekejap mata dan selamanya.” -
Doa agar Diberi Keluasan Rezeki
Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.” -
Doa agar Rezekimu Penuh Berkah
Alloḥummā bārrīk lānā fīīmā rozāktānā wāqīnā ādzābānnār.
Artinya: “Ya Allah tuhan kami, berkahilah atas rejeki yang telah Engkau berikan, serta lindungilah kami dari azab api neraka.” -
Doa agar Istiqomah setelah Bulan Ramadan
Rabbana tidak tuzigh quluubana…
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau memberi kami petunjuk.” -
Doa agar Diberikan Akhir Hidup yang Baik (Husnul Khatimah)
Allahummaj’ al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira amalii khwaatimahu wa kharra ayyamii yauma lawaaika fiih.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya dan sebaik-baik amalku (juga) pada penghujungnya dan sebaik-baik hari-hariku adalah dari pertemuan dengan-Mu.”
Kapan Pastinya Malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar memiliki arti malam yang mulia. Pada malam itu, Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang mendapatkan Lailatul Qadar dengan pahala yang lebih baik daripada seribu bulan atau 84 tahun.
Dalam berbagai ketentuan dan bocoran para ulama, Lailatul Qadar akan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil, seperti 21, 23, 25, 27, dan 29, serta tentu terjadi di malam hari. Dalam Hadits Riwayat Ahmad dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengabarkan jika malam Lailatul Qadar jatuh di malam puluhan ganjil akhir bulan Ramadhan yaitu 21, 23, 25, 27, 29, atau di akhir malam Ramadhan.
Berdasarkan awal Ramadhan 1447 H yang jatuh pada 23 Maret 2026, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada:
– Malam 21 Ramadhan: 11-12 Maret 2026
– Malam 23 Ramadan: 13-14 Maret 2026
– Malam 25 Ramadan: 15-16 Maret 2026
– Malam 27 Ramadan: 17-18 Maret 2026
– Malam 29 Ramadan: 19-20 Maret 2026
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Wallahu a’lam, hanya Allah SWT yang tahu pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar di malam-malam terakhir Ramadan. Kendati demikian, dalam sejumlah hadis, Nabi SAW telah menyebutkan ciri-ciri maupun tanda-tanda yang dapat dicermati oleh kaum muslimin.
Berdasarkan buku Shalat Tarawih, I’tikaf dan Lailatul Qadar oleh Syekh Salim bin Ied al-Hilali dan Syekh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, berikut ciri-ciri malam lailatul qadar:
1. Pagi Harinya Tidak Panas atau Menyilaukan
Dari Ubay, Rasulullah bersabda, “Pagi hari (dari) malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim 762)
-
Malam yang Cerah serta Tidak Panas maupun Dingin
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya hasan) -
Terjadi di Akhir Bulan
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ‘Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah?'”
Keistimewaan Lailatul Qadar
Ada beberapa keistimewaan yang didapat saat Lailatul Qadar tiba. Berikut sejumlah keistimewaan tersebut.
1. Dosa-dosa diampuni
Salah satu keistimewaan yang menghampiri saat Lailatul Qadar adalah diampuninya dosa-dosa apabila umat Islam mengharapkan pahala dari Allah dan melakukan ibadah.
-
Dicatatkannya takdir tahunan
Lailatul Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Beberapa ulama punya penafsiran bahwa malam tersebut berkaitan dengan kehidupan makhluk, seperti rezeki, untung baik, hidup, mati, untung buruk, dan lainnya. -
Doa-doa dikabulkan
Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah doa-doa yang tidak diterima pada waktu lain akan diterima ketika malam ini. Oleh sebab itu, Muslim yang mengharap Lailatul Qadar wajib memperbanyak shalat, istighfar, membaca Al Quran, dan mengharap rahmat Allah. -
Lebih baik dari seribu bulan
Seperti yang sudah disebutkan bahwa Lailatul Qadar menjadi malam yang lebih baik dari seribu bulan, juga dapat diartikan sebagai malam yang jika setiap muslim menggerjakan kebajikan di malam tersebut, maka pahalanya akan berlipat ganda juga dilimpahkan bagi Muslim yang membersihkan diri sejak awal bulan Ramadhan. -
Malam Diturunkannya Al-Quran
Al-Quran menjadi salah satu mukjizat terbesar yang diterima oleh Rasulullah SAW. Kitab suci tersebut, begitu pula dengan kitab-kitab sebelumnya, diturunkan pada bulan Ramadan. -
Malam Turunnya Jibril AS beserta Malaikat-Malaikat Lainnya
Saat lailatul qadar, para malaikat turun ke langit dunia, begitu pula dengan penghulu mereka, Jibril AS. Firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 4 berbunyi:
Tanazzalul-malāikatu war-rụḥu fīhā biiżni rabbihim, ming kulli amr
Artinya: “Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” -
Malam Pencatatan Takdir Tahunan
Pada ayat ke-4 Surah Ad-Dukhan sebelumnya, lailatul qadar menjadi momen, “dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. Menurut tafsiran Ibnu Katsir, penulisan takdir dalam setahun, mulai dari ajal hingga rezeki, akan dirinci dalam Lauhul Mahfuz.
Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
Dengan segala keutamaannya, sangat dianjurkan agar setiap muslim meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, salah satu kiat yang dapat dilakukan untuk mendapatkannya adalah dengan melakukan ibadah. Ada banyak amalan ibadah yang bisa dikerjakan selama malam yang mulia ini, mulai dari salat, membaca Al-Qur’an, hingga berzikir.
Namun, amalan paling utama pada Lailatul Qadar adalah salat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)
Salat yang dimaksud di sini bisa saja qiyamul lail ataupun bahkan salat wajib Isya dan Subuh. Ini berdasarkan hadis dari Utsman bin Affan. Nabi SAW pernah mengatakan, “Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjemaah, maka baginya pahala salat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221)
Demikian bunyi doa, tanggal jatuhnya, kiat-kiat, dan keistimewaan dari malam Lailatul Qadar yang bisa diikuti umat Islam pada 11 April 2023 mendatang.
Semoga Allah SWT mengizinkan kita menjadi salah satu yang mendapatkan keberkahan malam lailatul qadar. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











