My WordPress Blog

Megawati Berduka atas Kematian Ali Khamenei: Hubungan Dalam dengan Bung Karno

Peristiwa Bersejarah: Surat Duka Megawati untuk Ayatullah Ali Khamenei

Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, telah mengirimkan surat duka cita mendalam kepada pemerintah Iran atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei. Surat tersebut disampaikan melalui perwakilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Duta Besar Iran di Jakarta. Langkah ini menunjukkan hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan Iran.

Dalam suratnya, Megawati menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam atas kehilangan besar yang dialami Iran. Ia juga menjelaskan bahwa Ayatullah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dengan pemikiran Bung Karno, terutama Pancasila dan semangat anti-imperialisme. Hal ini menunjukkan adanya ikatan ideologis yang kuat antara dua negara tersebut.

Hubungan Ideologis yang Kuat

Khamenei dikenal sebagai sosok ulama yang sangat mengagumi pemikiran proklamator RI, Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Dalam suratnya, Megawati menegaskan bahwa Khamenei selama masa muda sudah mempelajari pemikiran Bung Karno. Ia menganggap pengalaman Indonesia, khususnya Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai referensi penting dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial di Iran.

Megawati menilai Khamenei sebagai negarawan yang berhasil memadukan iman keagamaan dengan sikap anti-imperialisme yang konsisten selama lebih dari tiga dekade memimpin di tengah tekanan geopolitik dunia. Ia menambahkan bahwa dalam kepemimpinan Khamenei, ia menangkap gema semangat anti-kolonialisme, solidaritas dunia ketiga, dan tekad untuk menolak segala bentuk dominasi dan ketidakadilan global.

Kenangan Hangat Pertemuan Teheran 2004

Surat duka ini juga mencerminkan sisi humanis Megawati saat ia mengenang kunjungan resminya ke Teheran pada tahun 2004. Saat itu, dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, Megawati bertemu langsung dengan Ayatullah Ali Khamenei untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam Konferensi D-8. Ia merasa menerima sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri Khamenei.

Megawati juga mengungkap bahwa ia sempat mengundang Khamenei untuk datang ke Indonesia guna menghadiri Konferensi Ulama Islam Internasional serta peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-50. Meski akhirnya tidak bisa hadir hingga akhir hayatnya, undangan tersebut menunjukkan rasa hormat dan persahabatan yang kuat antara dua negara.

Penolakan Terhadap Agresi Militer

Selain menyampaikan duka, Megawati secara tegas menyatakan posisi Indonesia dalam konflik global saat ini. Ia mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan sebuah negara. Menurutnya, bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian kawasan maupun dunia.

Megawati juga menyampaikan doa agar rakyat Iran dikaruniai kekuatan dan persatuan melewati masa sulit ini. Ia berharap warisan terbaik dari Bung Karno maupun para pemimpin revolusi Iran—yakni dunia yang bebas dari hegemoni dan imperialisme—tetap terjaga. Ia menutup suratnya dengan harapan agar persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Iran tetap terpelihara dan bahkan semakin dipererat di masa yang akan datang.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *