My WordPress Blog

Inggris Izinkan AS Serang Depot Rudal Iran dari Chagos

Pemerintah Inggris Izinkan Penggunaan Pangkalan Militer di Kepulauan Chagos untuk Serangan terhadap Iran

Pemerintah Inggris memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer di Kepulauan Chagos dalam rangka melancarkan serangan terhadap depot rudal Iran. Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada malam hari Minggu (1/3/2026) waktu setempat.

Menurut Starmer, Washington mengajukan permintaan untuk melakukan serangan yang disebut bersifat defensif. Pemerintah Inggris menyetujui permintaan tersebut setelah mempertimbangkan aspek keamanan dan hukum. Dalam video yang diunggah di platform X, Starmer menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman adalah dengan menghancurkan rudal di sumbernya.

“Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman adalah menghancurkan rudal di sumbernya di depot penyimpanan atau peluncur yang digunakan untuk menembakkannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat meminta izin menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas. “Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini,” katanya.

Keputusan ini diambil setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel yang melibatkan Iran. Serangan yang dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Serangan tersebut dilaporkan menghantam puluhan target di sedikitnya 18 dari 31 provinsi di Iran dan menyebabkan ratusan korban jiwa serta luka-luka.

Meski memberikan izin penggunaan pangkalan militer di Kepulauan Chagos, pemerintah Inggris menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat lebih jauh dalam konflik tersebut. London juga merilis ringkasan nasihat hukum yang menegaskan bahwa keputusan ini tidak menandai keterlibatan Inggris secara lebih luas dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pernyataan terpisah, Starmer menekankan bahwa Inggris tidak akan bergabung dalam serangan ofensif. “Kami tidak bergabung dalam serangan ini tetapi akan melanjutkan tindakan defensif kami. Kita semua mengingat kesalahan Irak, dan kita telah belajar dari pelajaran tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan mengambil bagian dalam tindakan ofensif.

Namun, menurutnya, Iran tengah menjalankan strategi “bumi hangus”, sehingga Inggris mendukung pertahanan kolektif sekutu dan perlindungan warganya di kawasan. Situasi di kawasan Timur Tengah pun terus memanas, dengan sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi lanjutan.

Sikap Bersama E3

Sebelumnya pada Minggu malam, Jerman, Perancis, dan Inggris—yang dikenal sebagai kelompok E3—membuka kemungkinan untuk “memungkinkan” aksi militer terhadap Iran bersama AS dan sekutu di kawasan. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin tiga ekonomi terbesar Eropa itu menyatakan, “Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan, berpotensi dengan memungkinkan tindakan defensif yang perlu dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone dari sumbernya.”

Namun, pernyataan tersebut belum menyatakan bahwa ketiga negara akan ikut serta dalam serangan AS dan Israel terhadap Teheran. E3 juga menyerukan Iran agar segera menghentikan serangan terhadap negara-negara sekutu Barat dan pangkalan militer di Timur Tengah. Mereka menyatakan bahwa para pemimpin E3 “terkejut oleh serangan rudal yang tanpa pandang bulu dan tidak proporsional yang diluncurkan Iran terhadap negara-negara di kawasan, termasuk yang tidak terlibat dalam operasi militer awal AS dan Israel.” Mereka menambahkan, “Serangan ceroboh Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan.”

Di sisi lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz menolak mengkritik Presiden AS Donald Trump atas serangan tersebut. Ia menilai, Eropa masih membutuhkan dukungan Washington dalam menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina. Sementara itu, Senator Partai Republik AS Lindsey Graham sebelumnya mengkritik Inggris, Perancis, dan Jerman karena dinilai kurang vokal mendukung serangan terhadap Iran. “Secara kolektif kalianlah yang salah karena menolak membantu rakyat Iran,” tulisnya di X.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *