My WordPress Blog
Budaya  

Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Cek Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Pengertian dan Keutamaan Lailatul Qadar dalam Ramadan 2026

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini memiliki nilai ibadah yang setara dengan 83 tahun lebih, menurut perhitungan matematis. Dalam Al-Qur’an, malam kemuliaan ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini, malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan ketetapan atas izin Allah SWT.

Malam Lailatul Qadar diprediksi jatuh pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Berdasarkan penetapan awal Ramadan yang jatuh pada 19 Februari 2026, berikut adalah daftar malam ganjil yang patut diintensifkan ibadahnya:

  • Malam 21 Ramadan: Jatuh pada Rabu, 11 Maret 2026 (Dimulai sejak waktu Maghrib hari Selasa, 10 Maret)
  • Malam 23 Ramadan: Jatuh pada Jumat, 13 Maret 2026 (Dimulai sejak waktu Maghrib hari Kamis, 12 Maret)
  • Malam 25 Ramadan: Jatuh pada Minggu, 15 Maret 2026 (Dimulai sejak waktu Maghrib hari Sabtu, 14 Maret)
  • Malam 27 Ramadan: Jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026 (Dimulai sejak waktu Maghrib hari Senin, 16 Maret)
  • Malam 29 Ramadan: Jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 (Dimulai sejak waktu Maghrib hari Rabu, 18 Maret)

Penting untuk diketahui bahwa dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam (waktu Maghrib). Oleh karena itu, jika ingin mengejar keutamaan malam ganjil maka pada Malam 21 Ramadhan sudah bisa mulai dihidupkan ibadahnya sejak Selasa malam (setelah Maghrib).

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Waktu Lailatul Qadar

Para ulama memiliki pandangan beragam terkait waktu pasti Lailatul Qadar. Mayoritas bersepakat bahwa malam tersebut terjadi setiap tahun di bulan Ramadan, namun terdapat perbedaan rincian mengenai tanggalnya:

  1. Sebagian menyebut berada di sepuluh malam terakhir.
  2. Ada yang menyatakan jatuh pada malam-malam ganjil.
  3. Pendapat lain menyebut tanggal 17 Ramadan.
  4. Sebagian sahabat seperti Ali RA, Aisyah RA, Muawiyah RA, dan Ubay bin Ka’ab RA berpendapat bahwa malam ke-27 adalah waktu Lailatul Qadar.
  5. Ada pula yang menunjuk malam ke-21 atau ke-23.

Syaikh Ibn Jarir Al-Thabari dalam tafsirnya menegaskan pendapat yang paling kuat adalah Lailatul Qadar berada pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Imam Al-Tsa’laby menjelaskan bahwa Allah SWT merahasiakan waktu tersebut agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang Ramadhan.

Makna Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an

Lailatul Qadar secara bahasa berarti malam kemuliaan atau malam penetapan. Dalam keyakinan Islam, pada malam itu malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan ketetapan atas izin Allah SWT.

Keistimewaan malam tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr ayat 1–5:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan… Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan… Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan… Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”

Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 ditegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia:

“Bulan Ramadan, di mana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan yang jelas.”

Ayat ini menjadi landasan bahwa Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan langsung dengan turunnya wahyu pertama.

Keutamaan Lailatul Qadar

Al-Qur’an menyebut nilai kebaikan malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Secara matematis, seribu bulan setara sekitar 83 tahun lebih. Artinya, satu malam ibadah di waktu tersebut memiliki ganjaran luar biasa besar.

Momentum ini menjadi peluang bagi setiap Muslim untuk meraih ampunan dan peningkatan derajat. Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa pada malam tersebut.

Itu sebabnya, sepuluh malam terakhir Ramadan kerap dimanfaatkan dengan:

  • Qiyamul lail (salat malam)
  • Tadarus Al-Qur’an
  • Iktikaf di masjid
  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Pendekatan yang ditekankan bukan sekadar menanti tanda-tanda alam, melainkan membangun kesungguhan spiritual dan konsistensi ibadah.








Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *