Persebaya Surabaya Kembali Tertahan di Papan Atas
Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan 1-3 dari Persijap Jepara dalam pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Hasil ini membuat tim asuhan Bernardo Tavares tertahan di posisi kelima klasemen dengan total 35 poin, yang menjadikannya tertinggal enam poin dari Malut United di peringkat keempat.
Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Persebaya, terutama setelah sebelumnya mereka juga kalah dari Bhayangkara FC. Dua kekalahan beruntun menunjukkan ketidakstabilan performa yang memicu kekhawatiran akan kemampuan tim untuk bertahan di empat besar.
Kondisi Terkini Persebaya
Persebaya kini memiliki 9 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 5 kekalahan dari 22 laga. Mereka mencetak 33 gol dan kebobolan 23, dengan selisih gol +10. Meskipun masih berada di papan atas, penurunan konsistensi menjadi masalah utama.
Di puncak klasemen, Persib Bandung dan Persija Jakarta sama-sama mengoleksi 47 poin. Borneo FC berada di posisi ketiga dengan 46 poin, sementara Malut United mengunci posisi keempat dengan 41 poin. Persebaya harus segera bangkit jika ingin mempertahankan peluang masuk empat besar.
Ancaman dari PSM Makassar
Laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2/2026) akan menjadi ujian penting bagi Persebaya. Jika mampu meraih kemenangan, mereka bisa menjaga jarak dengan Persita yang juga mengumpulkan 35 poin di posisi keenam.
Pemain Persebaya akan mendapatkan dukungan penuh dari Bonek, pendukung setia mereka. Atmosfer kandang diharapkan mampu memberi dorongan semangat kepada tim untuk tampil lebih baik.
Penilaian Bernardo Tavares
Setelah kekalahan dari Persijap, Bernardo Tavares tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menilai bahwa timnya melakukan banyak kesalahan elementer, termasuk kebobolan dari situasi bola mati.
“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. Persijap berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan,” ujarnya.
Tavares menyoroti lemahnya antisipasi set piece, yang menjadi penyebab kebobolan empat gol dalam dua laga terakhir. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah memperbaiki masalah ini.
Kritik atas Performa Tim
Meski mengakui bahwa secara kualitas permainan, tim seharusnya mampu tampil lebih baik, Tavares mengakui bahwa ritme dan konsistensi belum stabil.
“Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya.
Pelatih asal Portugal itu menekankan bahwa waktu untuk meratapi hasil sangat singkat. Persebaya harus segera bangkit dan bersiap menghadapi PSM Makassar.
Persiapan untuk Laga Berikutnya
Tavares menyatakan bahwa saat ini waktunya melihat ke depan dan kembali berjuang untuk meraih kemenangan. Ia yakin bahwa tim mampu bangkit jika fokus pada perbaikan diri.
Persebaya kini menghadapi tantangan besar dalam persaingan papan tengah. Setiap laga menjadi krusial, terutama karena kompetisi semakin ketat. Peluang untuk masuk empat besar masih terbuka, tetapi hanya bisa diwujudkan jika tim mampu menunjukkan performa yang konsisten.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











