Sejarah Perjuangan Herman Yosep Fernandez di Sidobunder
Di pesisir Jawa bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Kebumen, terdapat tugu yang berdiri kokoh di pertigaan depan Kantor Desa Sidobunder. Tugu ini memiliki bentuk tak beraturan dan menyimpan memori sejarah para tentara pelajar yang berjuang melawan Belanda pada 31 Desember 1948. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Palagan Sidobunder.
Herman Yosep Fernandez, seorang laki-laki kelahiran 3 Juni 1925 asal Ende Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama sejumlah tentara pelajar menghalau pasukan Belanda yang ingin menguasai Kota Yogyakarta, Ibu Kota Negara Indonesia saat itu. Pada akhirnya, Herman ditangkap, diadili, dan gugur di tangan regu tembak Belanda dengan tuduhan telah menembak mati seorang perwira Belanda.
Pada Jumat (6/2/2026), sejumlah saudara dari Herman Yoseph Fernandez, salah satunya Grace Siahaan Njo, bersama tim dari Jakarta mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan perangkat desa serta sesepuh pelaku sejarah di Desa Sidobunder. Mereka tampak khusyuk mendengarkan cerita dari perwakilan sesepuh pelaku sejarah serta dari Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen mengenai Palagan Sidobunder dalam acara Silaturahmi Napak Tilas Perjuangan Herman Yoseph Fernandez Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia di Balai Desa Sidobunder.
Grace Siahaan Njo menyampaikan bahwa Herman merupakan anak keempat dari 12 bersaudara. Sedangkan ibunya merupakan anak kedelapan. Ia berharap perjuangan Herman Yoseph Fernandez terus dikenang, tidak hanya oleh masyarakat Flores Timur tapi juga bangsa dan negara.
Menurutnya, dengan mengangkat Herman Yoseph Fernandez sebagai pahlawan nasional secara tidak langsung juga mengangkat wilayah Sidobunder yang berada di Kabupaten Kebumen ke permukaan catatan sejarah kemerdekaan Indonesia. Palagan Sidobunder termasuk catatan penting dari sekian palagan yang dikenal dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.
Napak tilas ini, menurut Grace, tidak hanya sekedar mengenang sosok Herman Yoseph Fernandez tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai perjalanan hidup pemuda asal Flores yang merantau ke tanah Jawa. Dengan cita-citanya menjadi seorang guru, tetapi akhirnya sejarah membawa beliau ke jalan yang berbeda. Ketika bangsa ini memanggil, cita-cita itu sebenarnya tidak hilang melainkan berubah wujud.
Herman Fernandez mungkin tidak sempat mengajar di kelas tapi beliau mengajar melalui kehidupan. Melalui sikapnya dan pada akhirnya melalui pengorbanan tertinggi di medan perjuangan.
Melalui napak tilas ini, pihaknya berharap dukungan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai calon pahlawan nasional tidak hanya datang dari Flores Timur tapi juga dari Sidobunder Kabupaten Kebumen yang merupakan tempat perjuangan Herman bersama tentara pelajar.
Grace bersyukur dapat bersilaturahmi dengan sesepuh pelaku sejarah di Desa Sidobunder karena sekaligus mendapatkan kekuatan dan dukungan untuk memperjuangkan Herman Yoseph Fernandez sebagai pahlawan nasional. Dia menceritakan, ini adalah kali pertama baginya menginjakkan kaki di Sidobunder tempat pamannya berjuang kala itu.
Terus terang begitu masuk Gombong (Kabupaten Kebumen) saya merasakan ada rasa haru, di mana saya tiba di tempat di mana paman saya dulu berjuang.
Penasehat tim pengusul, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, Palagan Sidobunder mempunyai nilai strategis tetapi sayangnya belum tercatat dan diketahui banyak orang dalam sejarah kemerdekaan RI. Melalui pengusulan Herman Yoseph Fernandez diharapkan sejarah Palagan Sidobunder dikenal masyarakat luas.
“Kalau tidak ada Palagan Sidobunder, Belanda bablas (bergerak maju) sampai Jogja. Mungkin sejarah nasional akan lain ceritanya. Tapi karena Belanda terhambat di sini (Sidobunder), yang tujuannya tadinya ingin merebut Jogja, ibu kota negara (saat itu) menangkap pimpinan nasional di situ, mungkin ceritanya akan lain. Nah jadi itulah nilai strategisnya dari Palagan Sidobunder,” jelasnya.
Ketua Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen, Bambang Priyambodo mengungkapkan Herman Yoseph Fernandez bagian dari tentara yang berjuang bersama ayahnya zaman dulu. Pengusulan sebagai calon pahlawan nasional ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat Flores dengan mengangkat putra daerah menjadi pahlawan nasional.
“Ketika beliau bersekolah malah justru terpanggil patriotismenya, nasionalismenya untuk Indonesia,” terangnya.
Kepala Desa Sidobunder, Sarno menambahkan, Pemdes dan masyarakat sangat mendukung dan sangat berharap agar usulan atau pengajuan Herman Yoseph Fernandez menjadi pahlawan nasional bisa disetujui oleh pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.
“Sangat berharap Bapak Herman Yoseph Fernandez menjadi pahlawan nasional karena perjuangannya di Desa Sidobunder waktu itu luar biasa,” pungkasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











