Peran Pepelingasih Literasi dalam Membangun Budaya Literasi dan Kesadaran Lingkungan di Kalimantan Selatan
Pepelingasih Literasi Kalimantan Selatan adalah sebuah komunitas yang lahir dari kepedulian pemuda terhadap kondisi lingkungan dan rendahnya budaya literasi baca tulis di masyarakat. Nama lengkapnya adalah Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, dengan tambahan kata “Literasi” yang menunjukkan bahwa komunitas ini tidak hanya fokus pada isu lingkungan, tetapi juga aktif dalam mengembangkan budaya literasi sebagai sarana edukasi, pemberdayaan, dan pembentukan karakter masyarakat, khususnya anak-anak.
Deavindy Amanda Gresita, Ketua Umum Pepelingasih Literasi, menjelaskan bahwa komunitas ini berangkat dari kesadaran bahwa lingkungan yang asri dan bersih harus dibarengi dengan pola pikir yang kritis dan berpengetahuan. Dengan demikian, Pepelingasih Literasi hadir sebagai ruang kolaborasi pemuda untuk bergerak melalui kegiatan literasi yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Komunitas ini percaya bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kesadaran sosial, kepedulian lingkungan, serta karakter generasi muda yang peduli, kreatif, dan bertanggung jawab. Saat ini, belum ada komunitas literasi dan edukasi lingkungan di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, Pepelingasih Literasi menjadi yang pertama hadir di Kalsel,” ujarnya.
Komunitas ini digagas oleh Deavindy sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap isu lingkungan dan penguatan budaya literasi di masyarakat. Berdiri sejak Desember 2024, Pepelingasih Literasi berkomitmen untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan berdampak bagi anak-anak, remaja, serta masyarakat luas.
Tujuan utama dari komunitas ini adalah menumbuhkan budaya literasi baca tulis sekaligus meningkatkan kesadaran pemuda dan masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang asri dan bersih. Dengan berbagai kegiatan seperti lapak baca dan mewarnai, edukasi lingkungan, aksi bersih lingkungan, serta pembagian bibit pohon secara gratis, komunitas ini berupaya menggabungkan literasi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu ruang yang ramah dan partisipatif.
Selain kegiatan rutin, Pepelingasih Literasi juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang meliputi pengembangan literasi menulis, dasar public speaking, pengelolaan kegiatan komunitas, serta keterampilan kreatif yang berkaitan dengan isu lingkungan. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas anggota dan relawan agar lebih percaya diri, produktif, dan mampu berkontribusi secara aktif di masyarakat.
Kegiatan Pepelingasih Literasi dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Lapak baca dan mewarnai diadakan di Kota Banjarmasin setiap hari Sabtu sore dan di Kota Banjarbaru setiap hari Minggu pagi. Lokasi kegiatan di Banjarmasin berada di Siring Kuin depan Masjid Sultan Suriyansah, sedangkan di Banjarbaru berada di RTH Bumi Cahaya Bintang.
Bagi tim dan relawan, komunitas ini memberikan manfaat berupa pengalaman sosial dan organisasi, peningkatan kemampuan kerja sama tim, kepemimpinan, serta keterampilan komunikasi. Keterlibatan dalam kegiatan komunitas juga memberikan kepuasan batin karena dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan edukasi dan pelestarian lingkungan di masyarakat.
Pastinya, Pepelingasih Literasi Kalimantan Selatan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anggotanya melalui keterlibatan langsung dalam setiap kegiatan. Pengurus dan relawan diberi ruang untuk membaca nyaring, berdiskusi, menyampaikan ide, serta terlibat aktif dalam edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Kisah Inspiratif: Dari Pemalu Menjadi Percaya Diri
Lingkungan komunitas yang terbuka, suportif, dan inklusif membuat anggota merasa aman untuk belajar dan mencoba hal baru. Proses ini secara bertahap melatih keberanian berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan pesan dengan baik, serta membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Wanda Rahmawati. Pada awalnya, ia dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi. Namun, setelah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan Pepelingasih Literasi Kalsel mulai dari lapak baca, edukasi lingkungan, hingga keterlibatan langsung sebagai relawan, Wanda mengalami perubahan yang signifikan.
Kini, ia tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri, berani menyampaikan pendapat, serta mampu berperan aktif dalam kegiatan komunitas. Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa ruang belajar yang suportif dan inklusif dapat mendorong perkembangan diri, baik secara personal maupun sosial.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











