My WordPress Blog

AC Milan Tak Menyerah, Buru Tanda Tangan Vlahovic Meski Harga Tinggi?

Kehadiran Dusan Vlahovic dalam Perbincangan Transfer AC Milan

Nama Dusan Vlahovic terus muncul dalam berbagai rumor transfer yang melibatkan AC Milan. Banyak alasan mengapa pemain asal Serbia ini menjadi target utama klub sejak beberapa waktu lalu. Salah satu faktor utamanya adalah kontraknya yang akan berakhir pada akhir musim ini, sehingga membuatnya lebih fleksibel untuk menandatangani pra-kontrak dengan klub lain.

Ketertarikan AC Milan terhadap Vlahovic tidak terjadi secara tiba-tiba. Bahkan sebelum kedatangan Massimiliano Allegri sebagai pelatih, minat klub terhadap striker Juventus ini sudah terlihat. Pada bursa transfer musim panas lalu, ada upaya perekrutan, tetapi kesepakatan gagal tercapai. Situasi ini memicu kembali pembahasan mengenai masa depan Vlahovic di kemudian hari.

Saat ini, Vlahovic sudah diperbolehkan menandatangani pra-kontrak dengan klub mana pun karena masa baktinya tinggal enam bulan lagi. Hal ini membuat namanya kembali mencuat, terutama setelah Rossoneri gagal mendatangkan striker baru pada bursa transfer Januari.

Namun, proses transfer ini tidak akan mudah. Jurnalis Matteo Moretto, melalui MilanNews, memberikan gambaran mengenai ketertarikan AC Milan dan hambatan yang masih mengganjal. Menurutnya, meskipun Vlahovic sering dikaitkan dengan AC Milan, belum ada negosiasi lanjutan yang benar-benar konkret. Selain itu, dari sisi gaji dan komisi, operasi transfer ini dinilai cukup mahal.

Peluang Transfer Vlahovic yang Masih Terbuka

Meski begitu, ada kemungkinan transfer Vlahovic bisa terwujud. Saat ini, banyak spekulasi mengenai perubahan di level tertinggi AC Milan. Mengingat besarnya skala klub seperti AC Milan, serta karakter dua kepemilikan terakhir yang sama-sama berbasis dana investasi, isu mengenai masa depan di luar era kepemilikan saat ini memang tak pernah jauh dari perbincangan.

Pada musim panas 2022, dana investasi RedBird Capital Partners milik Gerry Cardinale membeli AC Milan dari Elliott Management dengan valuasi sebesar €1,2 miliar. Dari jumlah tersebut, €600 juta dibayarkan langsung kepada Elliott, sementara €550 juta lainnya dipinjamkan oleh penjual kepada pembeli, yang dikenal sebagai vendor loan.

Pada Desember 2024, RedBird kembali menyuntikkan modal tambahan yang menurunkan total utang menjadi €489 juta (belum termasuk bunga dengan tingkat yang tergolong tinggi) serta memperpanjang jatuh tempo pelunasan hingga 2028. Langkah ini sempat meredam isu bahwa Cardinale tengah mencari strategi keluar, dan justru mengindikasikan rencana jangka menengah.

Perubahan Struktur Keuangan dan Pengaruhnya

Cardinale sejak lama memikirkan cara untuk melunasi utang €489 juta tersebut beserta bunganya. Opsi yang sempat dipertimbangkan adalah menjual sebagian saham minoritas kepada dana lain, tetapi pada akhirnya ia memilih jalur berbeda. Manulife-Comvest kini akan masuk dengan menyediakan dana bagi RedBird untuk melunasi vendor loan kepada Elliott.

Alasan utama restrukturisasi ini adalah untuk memperpanjang periode pelunasan hingga 2031, sekaligus memperoleh tingkat bunga yang lebih rendah. Proses ini juga berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Awalnya, langkah ini diproyeksikan rampung menjelang akhir musim, namun dalam rapat dewan direksi pekan ini terungkap bahwa transaksi bisa selesai sebelum laga kompetitif berikutnya melawan Bologna pada Selasa depan.

Dari sisi personel, tidak banyak yang berubah. Presiden Paolo Scaroni, CEO Giorgio Furlani, dan CFO Stefano Cocirio tetap menjadi figur utama dalam struktur manajemen klub. Namun, dua anggota dewan yang masih terkait dengan Elliott Management akan mundur dan digantikan oleh perwakilan Comvest.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Pesan utama yang mengemuka dari internal klub adalah pentingnya menjaga kesinambungan. AC Milan sendiri tengah menikmati periode positif, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga secara finansial, dengan mencatatkan laba selama tiga musim berturut-turut. Selain itu, sejumlah proyek besar juga tengah berjalan dan membutuhkan stabilitas.

Rencana pembangunan stadion memasuki tahun yang krusial, sementara opsi pembangunan arena terbaik di Italia di San Donato juga mencuat sebagai bagian dari proposal waralaba NBA Eropa.

Portal keuangan Italia, BeBeez, menambahkan konteks penting lainnya. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama Manulife-Comvest adalah memperoleh bunga dari pinjaman yang diberikan, tanpa ikut campur dalam manajemen operasional perusahaan yang dibiayai. Pendekatan ini sangat berbeda dengan Elliott, sebuah hedge fund dengan keterkaitan kuat ke private equity, yang sebelumnya terlibat langsung dalam pengelolaan AC Milan.



Nilai pinjaman yang akan diberikan Manulife-Comvest kepada RedBird diperkirakan sekitar €650 juta dan, yang terpenting, mencakup klausul Payment in Kind (PIK). Klausul ini memungkinkan pelunasan seluruh pinjaman dilakukan pada saat jatuh tempo, yang diperkirakan pada 2030. PIK juga membuka opsi pembayaran lain, seperti konversi menjadi ekuitas atau bentuk kompensasi non-tunai lainnya.

Skema ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi RedBird, termasuk kemungkinan menjaminkan aset di tingkat dana investasi, bukan langsung pada klub. Seperti biasa, jawaban atas satu pertanyaan justru melahirkan pertanyaan lain. Maka muncul pertanyaan terpenting bagi mayoritas pendukung AC Milan: apa dampak semua ini dalam jangka pendek?

Masih mengutip BeBeez: “Klausul PIK akan memungkinkan Cardinale dan tim manajemen menggunakan likuiditas untuk memperkuat skuad dan inisiatif lainnya.” “Setelah Elliott tidak lagi ‘mengawasi dari belakang’, dan dengan pemberi dana yang hanya tertarik pada pembayaran bunga rutin, Cardinale dan rekan-rekannya dapat lebih fokus pada strategi transfer, yang sebelumnya sangat dibatasi oleh struktur jaminan kepada Elliott, terutama kewajiban pembayaran bunga kepada Singer dan mitranya.”



“Dengan adanya PIK, likuiditas yang lebih besar akan tersedia, sehingga beberapa mimpi yang sebelumnya mustahil kini bisa menjadi nyata, seperti mendatangkan Leon Goretzka dari Bayern Munich, Gabriel Jesus dari Arsenal, hingga Dusan Vlahovic yang saat ini membela Juventus.”

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *