Kabar Duka: Kms H Umar Halim Mewakili Keluarga Berdoa untuk Ayahnya
Putra almarhum, Kms H Umar Halim, mewakili keluarga menyampaikan kabar duka sekaligus memohon doa dari masyarakat agar Haji Halim mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga menyampaikan pesan terakhir sang ayah agar semua pihak selalu menjaga kedamaian serta mengikhlaskan segala kekhilafan almarhum semasa hidup.
Jenazah Haji Halim akan dimakamkan pada Jumat (23/1/2026) setelah Salat Jumat. Sebelumnya, jenazah disalatkan di Masjid Agung Palembang. Putra almarhum Haji Halim, Kms H Umar Halim, menyampaikan kabar duka atas kepergian sang ayah kepada masyarakat.
Mewakili keluarga besar, ia memohon doa bagi ayahandanya tercinta agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. Semoga amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafan yang pernah ada semasa hidupnya dimaafkan,” ujar Kms H. Umar Halim.
Sambil berkaca-kaca menahan tangis, H Umar menjelaskan bahwa, almarhum akan dimakamkan Jumat (23/1/2026) setelah sholat Jumat. “Insyaallah akan dimakamkan di pemakaman keluarga (di Jl Dr M Isa), namun akan disholatkan dulu di Masjid Agung Palembang.”
Sekali lagi, saya mewakili keluarga besar menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika selama ini orang tua kami melakukan kekhilafan baik disengaja maupun tidak disengaja,” kata H Umar kepada Tribunsumsel.com.
Selain itu, Umar menyatakan pesan selama ini yang disampaikan sang ayah yaitu untuk selalu damai. “Pesannya selalu damai, mohon maaf kalau almarhum ada dosa-dosa pak haji mohon diikhlaskan,” tandasnya.
Pelayat Berdatangan ke Rumah Duka
Sementara itu, para pelayat pun terlihat sudah mulai berdatangan ke rumah duka untuk ikut mengantarkan jenazah Haji Halim ke peristirahatan terakhir. Jenazah Haji Halim akan dimakamkan pada Jumat (23/1/2026) usai Salat Jumat.
Almarhum akan dimakamkan berdampingan dengan sang istri, almarhumah Nyimas Hj Aminah (meninggal 2025) di pemakaman keluarga yang berada di belakang kediaman pribadi Haji Halim di Jalan Dr. M. Isa, Palembang. Tampak kuburan Haji Halim sudah disiapkan tepat di sebelah kuburan sang istri.
Didekat kuburan Haji Halim tampak terpampang foto Alm Haji Halim dan istri semasa hidup. Sejumlah pelayat tampak tengah menggelar yasinan bersama sebelum prosesi pemakaman. Sebelum dimakamkan, jenazah akan dilepas dari Graha Haji Halim sekitar pukul 09.00 WIB menuju Masjid Agung Palembang untuk disalatkan.
Selanjutnya, rombongan menuju Masjid Al Falah Jalan Rajawali, sebelum kembali ke kediaman almarhum untuk prosesi pemakaman. Pantauan di lokasi pemakaman menunjukkan liang lahat telah disiapkan sejak pagi hari. Sejumlah petugas terlihat menggali makam dan memasang tenda untuk prosesi pemakaman.
Riwayat Kesehatan Haji Halim
Menilik catatan riwayat kesehatan Haji Halim berdasarkan data medis dan keterangan pihak keluarga sebelum menghembuskan napas terakhir:
-
Setahun Menjalani Perawatan Rutin
Jauh sebelum dikabarkan kritis, Haji Halim ternyata telah menjadi “pasien setia” di RSUD Siti Fatimah. Beliau diketahui menjalani perawatan medis secara rutin selama lebih dari satu tahun terakhir. Faktor usia yang telah mencapai 87 tahun disinyalir menjadi penyebab menurunnya fungsi sejumlah organ vital secara perlahan. -
Komplikasi Organ Dalam yang Serius
Berdasarkan diagnosis tim medis, Haji Halim menderita komplikasi penyakit dalam yang sangat serius. Penyakit tersebut menyerang tiga organ utama sekaligus, yakni: - Jantung: Adanya gangguan kardiovaskular yang memerlukan perawatan di ruang khusus pacu jantung.
- Paru-paru: Adanya masalah pernapasan yang memperburuk kondisi fisik beliau.
-
Fungsi Liver: Gangguan pada organ hati yang menambah kompleksitas penanganan medis.
-
Detik-detik Kondisi Menurun Drastis
Kondisi kesehatan sang Crazy Rich Palembang ini mulai merosot tajam sejak Rabu dini hari (21/1/2026). Beliau dilarikan ke ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU) karena masalah jantung yang mendesak. Pada Rabu sore pukul 15.36 WIB, kondisi beliau kian memburuk sehingga tim dokter memindahkannya ke Intensive Cardiology Care Unit (ICCU). -
Sempat Alami Henti Jantung (Garis Lurus)
Momentum paling memilukan terjadi ketika monitor medis di ruang ICCU sempat menunjukkan “garis lurus” atau henti jantung. Pihak keluarga yang mendampingi sempat mengalami kepanikan luar biasa. “Keluarga dan anak-anak tidak henti-hentinya membacakan Surah Yasin, berharap ada keajaiban,” ungkap salah satu anggota keluarga saat masa kritis tersebut. Meskipun sempat melewati masa paling krusial pada Rabu sore, takdir berkata lain pada Kamis sore ini. -
Meninggal Dunia di RSUD Siti Fatimah
Setelah berjuang di ruang isolasi intensif selama kurang lebih 36 jam terakhir, Haji Halim akhirnya menghembuskan napas terakhir. Heri, salah satu orang kepercayaan keluarga Haji Halim, membenarkan bahwa sosok tokoh Sumsel itu telah berpulang ke Rahmatullah. “Benar meninggal dunia, sekarang kami mau mempersiapkan di rumah duka,” pungkasnya.
Saat ini, jenazah sedang dalam proses pemulangan menuju rumah duka di Jalan Dr. M. Isa, Palembang, untuk disemayamkan.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











