My WordPress Blog
Budaya  

Pesan Terakhir Haji Halim untuk Pengurus Masjid Agung Palembang

Pesan Khusus Haji Halim untuk Masjid Agung Palembang

Haji Halim, seorang tokoh masyarakat yang juga dikenal sebagai “crazy rich” Palembang, meninggalkan pesan khusus yang sangat penting terkait keberlangsungan dan kemakmuran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo. Pesan tersebut disampaikan almarhum saat dibesuk oleh Pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang tujuh hari sebelum ia dinyatakan meninggal dunia.

Fokus Pemeliharaan dan Kemakmuran

Menurut Sekretaris Umum Masjid Agung Palembang, Iqbal Hasan Zainal, instruksi dari Haji Halim mencakup empat aspek utama dalam manajemen masjid. Pertama, menjaga keamanan dan marwah situs bersejarah. Kedua, memastikan profesionalitas administrasi dan sumber daya manusia. Ketiga, melakukan pemeliharaan fisik bangunan agar tetap representatif bagi jemaah. Keempat, menghidupkan syiar Islam melalui kegiatan yang inklusif.

“Seminggu yang lalu beliau berpesan kepada kami untuk mencurahkan perhatian penuh dalam merawat Masjid Agung,” ujar Iqbal saat ditemui di sela persiapan penyambutan jenazah.

Penghormatan Terakhir di Rumah Ibadah

Keputusan untuk menyelenggarakan salat jenazah di Masjid Agung Palembang merupakan respons atas aspirasi kolektif para jemaah. Prosesi ini merefleksikan kedekatan emosional antara almarhum dengan komunitas muslim di sekitar masjid selama masa hidupnya sebagai pembina. Salat jenazah dijadwalkan berlangsung tepat setelah pelaksanaan salat Jumat.

Pemilihan waktu dan lokasi ini diputuskan untuk memfasilitasi banyaknya jemaah yang ingin memberikan penghormatan terakhir secara langsung. Haji Halim dikenal oleh internal pengurus bukan sekadar sebagai figur struktural, melainkan sebagai sosok yang secara konsisten memantau detail operasional masjid hingga akhir hayatnya.

Kondisi Kesehatan yang Memprihatinkan

Kms H Abdul Halim Ali, yang dikenal sebagai crazy rich di Palembang sekaligus tokoh masyarakat Sumatera Selatan, meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026). Sebelum meninggal, kondisi kesehatannya sempat kritis hingga harus dirawat intensif di ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU), ruang khusus perawatan pacu jantung RS Siti Fatimah Al Azhar Palembang.

Ia kemudian dipindahkan ke Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Diketahui, Haji Halim mengalami komplikasi penyakit dalam yang cukup serius, meliputi gangguan pada jantung, paru-paru, hingga fungsi liver. Faktor usia yang telah mencapai 88 tahun serta riwayat penyakit menjadi perhatian utama dalam proses pemulihannya.

Dimakamkan di Samping Istri

Haji Halim akan dikebumikan berdampingan dengan sang istri almarhumah Nyimas Hj Aminah (meninggal 2025) di belakang rumah yang berada di Jl Dr M Isa setelah sholat Jumat. Sebelum dikebumikan di tempat peristirahatan terakhir, jenazah Haji Halim akan dilepas dari Graha Haji Halim sekitar pukul 09.00 Wib menuju Masjid Agung Palembang untuk disholatkan, kemudian dilanjutkan di Masjid Al Falah Jl Rajawali sebelum kembali ke kompleks Kediaman pribadinya Jl Dr M Isa Palembang.

Pantauan sendiri di lokasi tempat liang lahat, terlihat sejumlah petugas mempersiapkannya, dengan lubang liang lahat sudah digali dan dipasang tenda. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Pesan Akhir untuk Semua Orang

Kabar ini menjadi duka mendalam bagi kerabat dan keluarga. Putra almarhum, Kms H Umar Halim, menyampaikan kabar duka tersebut kepada masyarakat. Mewakili keluarga besar, ia memohon doa bagi ayahandanya tercinta agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. Semoga amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafan yang pernah ada semasa hidupnya dimaafkan,” ujar Kms H. Umar.

H Umar menjelaskan bahwa, almarhum akan dimakamkan Jumat (23/1/2026) setelah sholat Jumat. “InsyaAllah akan dimakamkan di pemakaman keluarga (di Jl Dr M Isa), namun akan disholatkan dulu di Masjid Agung Palembang. Sekali lagi, saya mewakili keluarga besar menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak jika selama ini orang tua kami melakukan kekhilafan baik disengaja maupun tidak disengaja,” kata H Umar.

Selain itu, Umar menyatakan pesan selama ini yang disampaikan sang ayah yaitu untuk selalu damai. “Pesannya selalu damai, mohon maaf kalau almarhum ada dosa-dosa pak haji mohon diikhlaskan,” tandasnya.

Diketahui, Haji Halim dikenal luas sebagai sosok pengusaha sukses yang dermawan dan dikenal dekat dengan alim ulama, bahkan tokoh-tokoh nasional juga mengenal dan pernah datang ke kediaman pribadinya di kota Palembang. Alamat rumah duka adalah Jalan M Isa Nomor 1 kota Palembang.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *