My WordPress Blog

Komentar Tavares Usai Persebaya Kalahkan PSIM Yogyakarta 3-0 di Super League

Komentar Pelatih Persebaya Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta

Persebaya berhasil mengalahkan tuan rumah PSIM Yogyakarta dengan skor 0-3 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026). Pertandingan ini berlangsung dalam laga pekan ke-18 Super League 2025/2026. Tiga gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-35, Bruno Paraiba pada menit ke-74, dan Rachmat Irianto pada menit ke-83.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyampaikan rasa senangnya atas capaian tim asuhannya. Namun, ia juga menyebut ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. “15 menit terakhir babak pertama kami memberi terlalu banyak ruang bagi lini serang dan gelandang serang lawan,” ujar Tavares setelah pertandingan.

“Dengan ruang tersebut, kami membiarkan mereka melakukan umpan silang, menembak dari luar kotak penalti, dan kami perlu memperhatikan hal ini,” tambahnya. Jeda babak pertama, Tavares melakukan ubahan strategi, menyampaikan beberapa instruksi khusus pada pemain. Instruksi itu dilaksanakan dengan baik oleh pemain. Sejumlah pemain yang dimasukkan juga bermain maksimal.

Terbukti, dua gol yang dicetak di babak kedua diciptakan oleh pemain pengganti. “Saya rasa tim kami di babak kedua jauh lebih baik, begitu juga para pemain yang masuk ke dalam permainan,” ucapnya. “Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tambah pelatih berusia 45 tahun itu.

Persebaya bermain efektif dalam laga ini. Meski penguasan bola hanya 26 persen, mampu menciptakan 7 kreasi peluang. Berbanding 9 yang diciptakan PSIM Yogyakarta. Persebaya mampu melepaskan 12 tendangan, 6 diantaranya mengarah ke gawang lawan dan berbuah 3 gol.

“Secara total kami mencetak tiga gol. Tetapi kami memiliki lebih banyak peluang, peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol,” kata Bernardo Tavares. “Jadi saya sangat senang untuk para pemain. Tetapi kami harus rendah hati karena ketika menang, itu bukan berarti semuanya baik. Dan ketika kami kalah, itu bukan berarti semuanya buruk,” pungkasnya.

Ungkapan senang juga disampaikan bek sayap Persebaya, Arief Catur. “Pertandingan hari ini kami dapat tiga poin, dan dalam permainan kami bisa menerapkan taktik yang diinginkan coach,” kata Arief Catur. “Tapi kami harus memperbaiki agar ke depan bisa terus lebih baik. Dan tetap selalu rendah hati,” pungkasnya.

Kemenangan dari PSIM Yogyakarta memperpanjang trend positif Persebaya yang empat laga terakhir selalu menang. Melengkapi 11 laga tidak tersentuh kekalahan. Juga catatan selalu menang dua pertandingan di bawah asuhan Bernardo Tavares. Tambahan tiga poin mendongkrak posisi Persebaya naik ke peringkat enam klasemen sementara dengan poin 31, menggusur PSIM Yogyakarta yang mengoleksi 30 poin.

Sosok Bernardo Tavares Viral

Sosok Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya yang antarkan dua kemenangan beruntun di debutnya, langsung mencuri perhatian publik Surabaya setelah membawa Persebaya meraih dua kemenangan beruntun di awal masa kepemimpinannya. Setelah menang 2-1 atas Malut United pada laga debutnya, pelatih asal Portugal itu kembali menunjukkan sentuhan magisnya saat Bajol Ijo menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Persebaya, hasil ini menjadi simbol kebangkitan setelah periode penuh ketidakpastian. Tim tampil lebih rapi, disiplin, dan efektif. Meski hanya mengandalkan skema serangan balik, permainan Persebaya terlihat matang dan terukur, mencerminkan tangan dingin sang pelatih anyar.

Tiga gol kemenangan dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-35, Bruno Paraiba menit ke-74, dan Rachmat Irianto menit ke-83. Hasil ini menghentikan tren empat laga tanpa kekalahan PSIM, sekaligus memperpanjang laju positif Persebaya di putaran kedua Super League 2025/2026.

Setelah tertinggal satu gol di babak pertama, PSIM langsung tampil agresif usai jeda. Mereka mencoba menguasai permainan demi menyamakan kedudukan. Peluang sempat datang lewat sepakan Fahreza Sudin pada menit ke-51, namun masih mampu diamankan Ernando Ari. Dua menit kemudian, Persebaya membalas melalui Rivera, tetapi tembakannya juga belum cukup kuat.

Persebaya tetap menunggu momen yang tepat. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini belakang PSIM. Malik Risaldi nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-61 lewat aksi individu, namun kembali digagalkan kiper tuan rumah. Pada fase inilah Bernardo Tavares mulai memainkan perannya dari pinggir lapangan dengan melakukan pergantian yang tepat.

Masuknya Rachmat Irianto menggantikan Toni Firmansyah memberi keseimbangan baru di lini tengah. Sepuluh menit berselang, Tavares kembali mengambil keputusan berani dengan memasukkan dua pemain asing anyar, Pedro Matos dan Bruno Paraiba. Dampaknya langsung terasa. Hanya tiga menit setelah masuk, Bruno Paraiba mencetak gol melalui aksi individu yang memukau setelah menerima umpan jauh dari Jefferson.

PSIM mencoba bangkit, tetapi justru kembali kebobolan. Rachmat Irianto melakukan solo run dari tengah lapangan, melewati empat pemain lawan, lalu mengakhiri pergerakan dengan tembakan keras yang memastikan kemenangan 3-0 bagi Persebaya.

Karier Bernardo Tavares: Dari Akademi Portugal Hingga Raja di Makassar

Kemenangan beruntun itu semakin menegaskan kualitas Bernardo Tavares sebagai pelatih berpengalaman. Pria kelahiran 2 Mei 1980 ini memegang lisensi Pro-UEFA dan telah menempuh perjalanan panjang di dunia sepak bola. Kariernya dimulai dari level junior di Portugal, sebelum menapaki jalur kepelatihan sejak usia muda. Ia pernah menjadi bagian dari sistem pengembangan pemain di tiga klub raksasa Portugal: Benfica, Porto, dan Sporting. Selain melatih, Tavares juga dikenal sebagai pemandu bakat dan koordinator pengembangan pemain muda.

Petualangannya kemudian berlanjut ke berbagai negara, mulai dari Bahrain, Oman, Maladewa, Makau, India, hingga Finlandia. Ia meraih gelar juara bersama Benfica Macau dan New Radiant di Maladewa, sebelum akhirnya menorehkan prestasi terbesar di Indonesia bersama PSM Makassar. Di Makassar, Tavares mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023 dan dinobatkan sebagai pelatih terbaik. Meski perjalanannya bersama PSM berakhir pada 2025, reputasinya tetap melekat sebagai pelatih bertangan dingin.

Kini, Persebaya menjadi babak baru dalam kariernya. Dua kemenangan awal hanyalah langkah pertama. Namun bagi Bonek dan publik Surabaya, hasil itu sudah cukup untuk menyalakan kembali keyakinan bahwa era kebangkitan Bajol Ijo benar-benar telah dimulai.

Biodata Bernardo Tavares

Nama Lengkap: Fernando José Bernardo Tavares

Tanggal lahir / Umur: 2 Mei 1980 (45)

Tempat kelahiran: Proença-a-Nova, Portugal

Kewarganegaraan: Portugal

Periode rerata sebagai pelatih: 0,78 Tahun

Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro – UEFA

Formasi yang disukai: 3-5-2

Agen: APS Agency

Statistik Berdasarkan Kompetisi

  • Piala Presiden: 7 pertandingan, 1 menang, 3 seimbang, 3 kalah
  • Super League: 103 pertandingan, 45 menang, 37 seimbang, 21 kalah
  • Liga 1 Indonesia Champions League Playoff: 2 pertandingan, 1 seimbang, 1 kalah
  • AFC Cup: 20 pertandingan, 10 menang, 2 seimbang, 8 kalah
  • ASEAN Club Championship: 6 pertandingan, 3 menang, 1 seimbang, 2 kalah
  • Piala AFC: 1 pertandingan, 1 menang
  • Taca de Portugal: 1 pertandingan, 1 kalah
  • Liigacup: 4 pertandingan, 2 menang, 2 kalah
  • Veikkausliiga: 1 pertandingan, 1 kalah
  • I-League: 15 pertandingan, 6 menang, 2 seimbang, 7 kalah

Sejarah sebagai Pelatih Kepala

  • PSM Makassar: 10 April 2022 – 1 Oktober 2022
  • Helsinki IFK: 1 Januari 2022 – 5 April 2022
  • Ch. Brothers: 28 November 2019 – 10 Maret 2020
  • Benfica Macau: 18 Januari 2018 – 31 Agustus 2018
  • News Radiant: 16 Januari 2017 – 24 Juni 2017
  • African Lyon: 1 Agustus 2016 – 31 Desember 2016
  • GC Tourizense: 12 Januari 2016 – 30 Juni 2016
  • Al-Nahda: 1 Desember 2014 – 31 Juli 2015
  • Tirsense: 1 Juli 2014 – 10 November 2014


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *