Pengakuan Dicky SMASH tentang Masa Lalu dengan Dahlia Poland
Dahlia Poland dan Fandy Christian telah resmi berpisah pada 27 November 2025. Perpisahan ini menandai akhir dari pernikahan mereka yang berlangsung selama 10 tahun. Setelah bercerai, Dahlia mengaku merasa lebih bebas dalam berteman, terutama dengan Dicky SMASH.
Pemilik nama lengkap Dicky Muhammad Prasetya itu mengungkapkan kesedihannya saat mengenang masa lalu ketika ia sulit bertemu dengan Dahlia. Kehidupan Dahlia sebelumnya dibatasi karena ia menjalin hubungan dengan Fandy Christian. Bahkan selama syuting sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) pada tahun 2014, pertemuan mereka sudah dibatasi.
Dicky mengungkapkan bahwa ia hanya bisa bertemu Dahlia ketika di lokasi syuting. Hal ini ia sampaikan saat hadir dalam podcast Feni Rose bersama Dahlia. Ia menyebutkan bahwa alasan tidak bisa bebas bertemu adalah karena kekasih sang sahabat, yang diduga adalah Fandy Christian.
“Kalau nggak di lokasi (syuting) kita nggak bisa ketemu,” ujar Dicky sembari menahan tangis. Ia juga mengatakan bahwa saat hari terakhir Dahlia syuting, keduanya saling memeluk dan menangis.
“Kita peluk-pelukan di lokasi,” ujar Dahlia. “Kita nangis bareng,” timpal Dicky. “Kita pelukan nangis-nangis,” tambah Dahlia.
Saat itu, Dicky merasa sedih karena tahu ia tidak akan lagi bisa bertemu dengan Dahlia. Bahkan para kru sempat berkata, “udah sih Dicky kayak nggak akan ketemu lagi aja.”
Setelah sinetron tersebut, Dicky kembali bertemu dengan Dahlia ketika aktris kelahiran Jakarta, 5 Maret 1997 itu sudah menikah dan memiliki anak. Pemain sinetron Cinta Cenat Cenut itu keceplosan mengatakan bahwa pertemuannya dengan Dahlia dilakukan secara diam-diam ketika Fandy tidak ada di rumah.
“Waktu Fandy lagi nggak ada, eh (menutup mulut) maaf, waktu F lagi nggak ada,” ujar Dicky meralat ucapannya. “Kak, kak, tolong kak, nanti masalahnya panjang,” sahut Dahlia.
Kehidupan Baru Dahlia Poland
Setelah bercerai dari Fandy Christian, Dahlia Poland kini menjalani kehidupan baru sebagai janda tiga anak. Ia mengaku sangat menikmati kebebasan ini, terutama dalam hal bersosialisasi dengan teman-teman. “Bangkit iya, terus jadi lebih punya waktu buat teman-teman,” jelas Dahlia.
Ia juga mulai memulai kembali kariernya di dunia entertainment setelah vakum selama 10 tahun pasca-menikah. Bahkan sejak awal bercerai, ia langsung mendapatkan tawaran untuk bermain dalam sebuah judul film. Film terbaru Dahlia akan rilis pada Mei 2026.
“Sudah mulai masuk entertainment. Mei nanti filmku rilis,” tukasnya. Meski awalnya gugup karena baru memulai lagi setelah sekian tahun, Dahlia kini sudah mulai menikmati akting. “Awalnya aku udah nggak pengin syuting, terus teman aku sendiri nawarin. Aku mikir lama ‘yuk gas’. Itu pertama kali akhirnya terjun lagi ke dunia akting. 10 tahun udah nggak akting. Ternyata aku happy menjalaninya dan sangat enjoy,” paparnya.
Klarifikasi Hubungan dengan Dicky SMASH
Dalam kesempatan yang sama, Dahlia sekaligus mengklarifikasi terkait hubungan sebenarnya dengan Dicky SMASH. Pasca-bercerai, Dahlia kerap terlihat bersama Dicky Muhammad Prasetya, anggota boyband SMASH. Terlebih dulunya mereka pernah berperan dalam judul sinetron yang sama, Ganteng-Ganteng Serigala (GGS).
Kini keduanya kedapatan mengunggah momen bersama di sosial media. Hingga warganet pun ramai menjodoh-jodohnya mereka. Menanggapi hal tersebut, Dahlia mengungkap hubungan sebenarnya dengan Dicky.
“Kita tuh udah bestie dari pas GGS,” terang Dahlia. “Iya, kita tuh berteman baik dari awal mulai GGS,” sahut Dicky. Pria kelahiran Bandung, 18 Juni 1993 ini membeberkan awal perkenalannya dengan Dahlia.
“Tapi sebenarnya kita tuh kenal dari zaman syuting video klip,” ujar Dicky. “Dua tahun sebelum GGS,” Dahlia menimpali. “Iya, ‘Ada Cinta’ tuh yang video klipnya SMASH tuh Dahlia Poland makanya kita bisa kenal di sana,” jelas Dicky. Sejak saat itu, hubungan mereka jadi dekat.
“Dari situlah mulanya akhirnya kita jadi benar-benar teman dekat di lokasi,” beber Dicky.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











