Indonesia sebagai Anggota Pendiri Board of Peace
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu anggota pendiri Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. BoP adalah sebuah badan internasional yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sugiono menjelaskan bahwa Presiden Trump mengirimkan undangan kepada 60 negara untuk bergabung dengan BoP. Namun, hanya 20 negara yang resmi menjadi anggota pendiri sejak awal berdirinya. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang menandatangani piagam BoP di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Ketika ditemui di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat, 23 Januari 2026, Sugiono menyampaikan bahwa Vietnam juga ikut dalam BoP, tetapi tidak menandatangani piagam. Ia menegaskan bahwa Indonesia termasuk dalam 20 negara yang menjadi founding members BoP.
Proses Penerimaan Undangan
Menurut Sugiono, Trump mengirimkan dua jenis undangan, yaitu undangan untuk bergabung dengan BoP dan undangan untuk menandatangani charter atau piagam. Negara-negara yang ingin menjadi anggota harus setuju untuk bergabung terlebih dahulu.
Ia menjelaskan bahwa meskipun jumlah undangan cukup banyak, tidak semua negara bisa hadir saat penandatanganan. Oleh karena itu, hanya 20 negara yang menjadi founding members BoP.
Tujuan Board of Peace
Board of Peace bertugas untuk memantau administrasi, stabilisasi, serta upaya-upaya rehabilitasi di Gaza dan wilayah Palestina secara keseluruhan. Menurut Sugiono, Indonesia melihat pentingnya partisipasi dalam proyek ini karena negara-negara seperti Indonesia telah terlibat sejak awal.
Presiden Prabowo Subianto, yang baru saja menandatangani BoP Charter, menyebut ini sebagai kesempatan bersejarah dan peluang untuk menciptakan perdamaian di Gaza. Ia menyatakan bahwa penderitaan rakyat Gaza telah berkurang secara signifikan, dan bantuan kemanusiaan yang masuk sangat besar.
Momen Penting dengan Presiden Trump
Dalam momen resmi bergabungnya Indonesia ke BoP, Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dan saling menatap dengan Presiden Donald Trump. Prabowo tampak mengenakan jas abu-abu lengkap dengan peci hitam khas Indonesia dan pin kenegaraan di dada kiri.
Ia berdiri di antara sejumlah pemimpin dunia saat Trump menghampirinya dan mengulurkan tangan. Keduanya berjabat tangan cukup lama. Prabowo menatap langsung ke arah Trump, sementara Trump membalas dengan ekspresi serius sebelum tersenyum tipis dan menepuk pundak Prabowo.
Momen tersebut berlangsung di panggung utama dengan latar belakang biru bertuliskan “Board of Peace” yang digelar di Swiss pada Kamis kemarin.
Pernyataan Trump tentang BoP
Dalam pidatonya, Trump menyebut proyek BoP sebagai inisiatif besar yang sangat bisa dilakukan. Ia menyatakan bahwa AS mendukung proyek ini sepenuhnya dan bahwa AS tidak pernah lebih kuat, lebih besar, maupun lebih baik dari sekarang.
Trump juga menyinggung bahwa BoP akan menjadi forum penting dan bukan sekadar agenda seremonial. Ia menambahkan bahwa banyak orang lain yang telah mendaftar dan ingin menjadi anggota BoP karena proyek ini benar-benar akan menjadi penting dan tidak akan membuang-buang waktu.
Daftar Anggota Pendiri BoP
Selain Indonesia, beberapa negara lain yang tergabung dalam BoP antara lain Pakistan, Mesir, Jordania, Uni Emirate Arab, Turki, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, hingga Paraguay.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











