Isu Perombakan Kabinet Merah Putih Kembali Muncul
Pembahasan mengenai perubahan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi topik yang menarik perhatian di awal tahun 2026. Setelah melewati tahun pertama pemerintahan yang dinamis, tanda-tanda perubahan dalam struktur menteri mulai terlihat dari kalangan elite politik.
Isu ini kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengadakan retret bersama jajaran menterinya di Hambalang pada awal Januari 2026. Hal ini memicu spekulasi bahwa Presiden akan segera melakukan perombakan susunan kabinet.
Partai Politik Menyampaikan Pendapat
Sejumlah partai politik telah memberikan respons terkait isu ini. Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan bahwa keputusan pergantian atau pengaturan ulang posisi menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Oleh karena itu, tidak ada pihak yang dapat membatasi kewenangan tersebut.
Sejarah Perombakan Kabinet
Perombakan kabinet bukanlah hal baru bagi Presiden Prabowo. Pada periode akhir tahun 2025, ia telah melakukan beberapa reshuffle besar, termasuk pengangkatan 11 pejabat baru yang melibatkan posisi menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga negara. Perubahan pada September 2025 juga mencakup posisi strategis seperti Menteri Keuangan dan pembentukan kementerian baru, yang ikut memicu diskusi tentang arah kebijakan pemerintah.
Berikut daftar reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo sejak menjabat pada 20 Oktober 2024:
- 19 Februari 2025
- Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) mengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro.
- Muhammad Yusuf Ateh diangkat sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
- Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
- Amalia Adininggar Widyasanti dan Sonny Harry Budiutomo Harmadi dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).
-
Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
-
8 September 2025
- Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.
- Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
- Ferry Joko Yuliantono menggantikan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi.
- Mochamad Irfan Yusuf dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah.
- Dahnil Anzar Simanjuntak dilantik menjadi Wakil Menteri Haji dan Umrah.
- Budi Gunawan dicopot sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
-
Dito Ariotedjo dicopot sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
-
17 September 2025
- Djamari Chaniago menggantikan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam.
- Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo sebagai Menpora.
- Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
- Rohmat Marzuki dilantik sebagai Wakil Menteri Kehutanan.
- Farida Farichah dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi.
- Angga Raka Prabowo menggantikan Hasan Nasbi sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
- Muhammad Qodari menggantikan AM Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
- Ahmad Dofiri dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
- Nanik Sudaryati Deyang dan Sonny Sanjaya dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
-
Sarah Sadiqa dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
-
8 Oktober 2025
- Akhmad Wiyagus dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).
- Benyamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).
- Dirgayuza Setiawan dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.
- Agung Gumilar Saputra dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis.
- Dony Oskaria dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN.
- Aminudin Maruf dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN.
- Teddy Barata dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Awal Mula Spekulasi
Spekulasi tentang reshuffle kali ini dipicu oleh aktivitas sejumlah tokoh yang terlihat menjelang pertimbangan kabinet. Beberapa tokoh tampaknya hadir di Istana Negara untuk menghadiri pertemuan tanpa pengumuman resmi yang jelas. Ini menambah rumor bahwa akan ada pergeseran jabatan penting jika Presiden menilai ada kebutuhan untuk memperkuat kinerja kabinet.
Reshuffle kabinet sering dilihat sebagai alat politik yang digunakan pemerintahan untuk merespons tantangan internal maupun eksternal, seperti tuntutan publik terhadap perbaikan kinerja birokrasi dan tekanan dari dinamika politik partai koalisi.
Ada yang Janggal
Pengamat Politik Adi Prayitno menilai isu reshuffle kali ini terasa janggal karena sebelumnya Presiden justru memberikan apresiasi kepada para menterinya yang dinilai bekerja total. “Yang jadi ramai itu karena isu reshuffle kali ini terkesan mendadak karena pada saat bersamaan beberapa waktu lalu presiden mengapresiasi kinerja menterinya yang total bekerja. Entah dari mana datangnya sumber isu reshuffle yang terkesan tiba-tiba ini,” katanya.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya dinamika politik di balik mencuatnya isu tersebut. Adi bahkan mengaitkan dengan pergerakan satu menteri yang sempat berkunjung ke rumah Presiden ke-7 RI, Jokowi di Solo dan rumah Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











