Kehidupan dan Perjalanan Stephan Lichtsteiner di Juventus
Stephan Lichtsteiner, mantan pemain sayap kanan asal Swiss, dikenal sebagai salah satu pesepak bola yang memiliki kiprah cemerlang bersama klub raksasa Italia, Juventus. Meskipun telah meninggalkan lapangan hijau sejak Agustus 2020, ia masih sering disebut dalam berbagai cerita mengenai perjalanannya selama berkostum I Bianconeri.
Lichtsteiner bergabung dengan Juventus pada musim panas 2011 dan menjadi bagian dari era kejayaan klub tersebut di Italia. Selama masa itu, ia berhasil memenangkan total 14 trofi, termasuk tujuh gelar Scudetto beruntun antara 2011-2012 hingga 2017-2018 serta tiga gelar Coppa Italia. Dalam 258 pertandingan di berbagai kompetisi, ia mencatatkan 15 gol dan 31 assist.
Meski kariernya terbilang sukses, Lichtsteiner juga merasakan pahitnya pengalaman saat ia dicoret dari daftar skuad Juventus untuk Liga Champions. Kejadian ini terjadi pada musim 2016-2017, ketika Massimiliano Allegri, yang saat itu menjabat sebagai pelatih Juventus, memutuskan untuk tidak memasukkan nama Lichtsteiner ke dalam daftar pemain yang akan berlaga di kompetisi Eropa.
Allegri mengatakan bahwa pencoretan tersebut dilakukan karena kuota pemain yang terbatas dan kedatangan Dani Alves dari Barcelona. Namun, bagi Lichtsteiner, keputusan ini bukan sekadar rotasi biasa. Ia merasa bahwa hal ini merupakan bentuk penghinaan terhadap profesionalisme dan dedikasinya terhadap klub.
“Saya sangat kecewa akan pencoretan yang dilakukan oleh Allegri karena disebabkan oleh alasan pribadi, bukan karena kualitas atau taktis permainan,” ujar Lichtsteiner. Ia juga menyebutkan bahwa rasa sakit dan luka yang dirasakan masih terasa sampai sekarang.
Pada akhirnya, nama Lichtsteiner kembali dimasukkan ke dalam daftar skuad untuk Liga Champions 2016-2017 setelah beberapa pemain lain mengalami cedera di awal 2017. Meskipun akhirnya bisa bermain, ia tetap merasa kecewa atas keputusan Allegri.
“Saya ingat Allegri menelepon saya. Ada rasa kecewa. Kalau dipikir-pikir lagi, saya senang akhirnya bisa dipanggil pada bulan Januari,” tambahnya.
Masa Depan Lichtsteiner dan Allegri
Setelah gantung sepatu, Lichtsteiner kini menjalani karier baru sebagai pelatih tim utama Basel. Penunjukannya sebagai pelatih terjadi pada Januari tahun ini. Sementara itu, Massimiliano Allegri masih melanjutkan petualangannya di dunia kepelatihan. Ia kembali menjadi pelatih AC Milan mulai musim 2025-2026.
Kesimpulan
Perjalanan Lichtsteiner di Juventus menjadi sebuah kisah yang penuh dengan prestasi dan kesedihan. Meskipun ia berhasil meraih banyak gelar bersama klub, pengalaman pencoretannya dari daftar skuad Liga Champions tetap menjadi kenangan yang menyakitkan. Bagi Lichtsteiner, hal itu bukan hanya tentang performa, tapi juga tentang hubungan personal antara pemain dan pelatih. Kini, ia fokus pada karier barunya sebagai pelatih, sementara Allegri terus melangkah di dunia kepelatihan dengan mengambil alih posisi di AC Milan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











