Momentum Penting dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan bahaya korupsi dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan. Dalam rangka merayakan peringatan ini, ACFFest Movie Day Hakordia 2026 hadir sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan karya film, diskusi, dan komunitas untuk mendorong partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi.
Tujuan utama dari acara ini adalah menyampaikan pesan-pesan antikorupsi kepada masyarakat agar lebih dekat dan mudah dipahami. Melalui berbagai aktivitas yang diselenggarakan, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa tindakan kecil yang sering dianggap biasa bisa termasuk dalam tindakan korupsi.
Acara yang Menarik Minat Anak Muda
Dalam wawancara eksklusif dengan Host Tribun Lampung, Bintang Puji Anggraini, bersama Partnership Lead Klub Nonton, Tiara Zulfa Elwani, dibahas lebih lanjut tentang kegiatan ini dan harapan yang dipegang oleh penyelenggara.
ACFFest Movie Day Hakordia 2026 merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Film Antikorupsi yang diselenggarakan oleh KPK. Tujuannya adalah menyampaikan pesan-pesan antikorupsi kepada masyarakat agar lebih dekat dan mudah dipahami.
Target dari kegiatan ini sangat luas, mulai dari anak muda, masyarakat umum, hingga para pembuat film. Untuk ikut serta dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengikuti pemutaran film di tiga lokasi di Lampung, yaitu:
- 21 April di Universitas Lampung (Unila)
- 25 April di Tanjung Bintang
- 26 April di Gedung Kesenian Lampung (DKL) Komplek PKOR
Tidak ada biaya masuk karena kegiatan ini gratis untuk semua kalangan. Pendaftaran bisa dilakukan melalui Instagram @club_nonton, nanti akan tersedia tautan formulir.
Mengapa Film Dipilih Sebagai Media Kampanye?
Film dipilih sebagai media kampanye antikorupsi karena lebih mudah diterima masyarakat dan terasa lebih dekat. Selain itu, film juga mudah diakses saat ini, sehingga efektif sebagai media penyampaian pesan.
Selain menonton film, akan ada sesi diskusi bersama narasumber seperti praktisi film, akademisi, dan pegiat antikorupsi. Jadi penonton tidak hanya menonton, tetapi juga bisa berdialog.
Ada 11 film yang akan ditayangkan, namun tidak semua ditayangkan di setiap lokasi. Beberapa judul di antaranya Revisi Final, Plat Merah, dan Sendal Bupati. Film-film ini mengangkat isu korupsi dari hal-hal kecil yang sering dianggap biasa, padahal termasuk tindakan korupsi.
Tantangan dan Kolaborasi
Tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah membuat isu korupsi lebih mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat. KPK sebagai inisiator acara, sedangkan Klub Nonton menjadi penyelenggara di daerah untuk menjembatani kegiatan ini kepada masyarakat.
Antusiasme masyarakat Lampung cukup baik. Bahkan ada film dari Lampung seperti Revisi Final yang ikut ditampilkan dalam acara ini. Diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa tindakan kecil yang sering dianggap biasa bisa termasuk korupsi, dan ke depannya dapat menghindari hal tersebut.
Harapan dan Kolaborasi Lebih Luas
Harapan dari kegiatan ini adalah agar tingkat integritas masyarakat meningkat dan kesadaran antikorupsi semakin tinggi, khususnya di Lampung. Untuk memperluas kampanye seperti ini, diperlukan kolaborasi bersama berbagai pihak seperti kampus, media, dan komunitas kreatif.
Klub Nonton adalah komunitas film yang fokus pada pemutaran dan diskusi film. Kami memberikan ruang apresiasi bagi pembuat film agar karyanya bisa ditonton publik.
Kegiatan rutin Klub Nonton biasanya sebulan sekali mengadakan pemutaran film pendek, terutama film festival, lalu dilanjutkan dengan diskusi. Film yang diputar biasanya seperti apa? Kebanyakan film festival yang sulit diakses secara umum, sehingga kami hadirkan agar bisa dinikmati masyarakat.
Bagi yang tertarik dengan isu antikorupsi atau dunia film, silakan bergabung dalam kegiatan ini agar lebih memahami dan meningkatkan kesadaran.
Tips sederhana untuk mencegah korupsi adalah mulai dari hal kecil, seperti menaati aturan dan tidak melanggar hukum. Karena aturan dibuat untuk dipatuhi.











